Cara Damaikan Israel dan Palestina

Kerry: Solusi Dua Negara

FOTO | REUTERSMenteri Luar Negeri Amerika Serikat John Forbes Kerry (kiri) saat bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di New York, September 2016.
A A A

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) John Forbes Kerry menata proposal Washington untuk mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina, kurang dari sebulan sebelum pemerintahan Donald Trump berkuasa.  Menlu pemerintahan Barack Obama ini menegaskan bahwa solusi dua negara jadi satu-satunya cara mewujudkan perdamaian Israel dan Palestina secara abadi.

Pidato Kerry pada Rabu (28/12/2016) tengah malam WIB, muncul di saat hubungan AS dan Israel sedang berada di titik terendah. Hubungan kedua negara retak setelah AS tidak menuruti Israel untuk memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan penghentian seluruh proyek permukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki.

Presiden Obama secara resmi digantikan Donald Trump pada 20 Januari mendatang. Trump sendiri secara vokal mendukung penuh Israel dan bersumpah melakukan perubahan kebijakan untuk membela Israel setelah pelantikannya.

”Solusi dua negara adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina,” kata Kerry, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/12/2016). Cara itu, lanjut Kerry, juga untuk menjamin masa depan Israel sebagai negara Yahudi dan negara demokratis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Washington berkonspirasi melawan negaranya dengan tidak memveto resolusi DK PBB pada pekan lalu. Tapi, Departemen Luar Negeri AS telah menolak tuduhan Netanyahu dengan menyebutnya sebagai tuduhan ”tidak benar”.

”AS ternyata memang sesuai dengan nilai-nilai kita,” kata Kerry. ”Tidak ada pemerintahan Amerika yang telah melakukan lebih untuk (menjamin) keamanan Israel ketimbang Barack Obama,” ujarnya.

Kerry mengingatkan, jumlah bantuan militer yang diterima Israel dari AS melimpah, yang mencakup dana untuk program Iron Dome (sistem pencegat rudal) dan intelijen.”Lebih dari separuh total pembiayaan militer asing global kami ditujukan ke Israel,” imbuh Kerry.

Kerry mengatakan bahwa solusi dua negara untuk Israel dan Palestina sedang dalam bahaya. Tapi, dia percaya rakyat dua negara di Timur Tengah itu mendukung solusi tersebut.”Polling Israel dan Palestina menunjukkan masih ada dukungan kuat untuk solusi dua negara dalam teori. Mereka hanya tidak percaya hal ini bisa terjadi,” papar Kerry.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...