Kembaran Pantai Kuta Ada Juga di Minahasa Utara

FOTO | ISTIMEWAPantai
A A A

PANTAI Kuta di Bali ternyata ada kembarannya di Minahasa Utara. Pantai Pall namanya. Keindahannya sama, dan sangat ramai dipadati pengunjung.

Rasa penasaran selalu muncul dalam benak saat melihat postingan teman-teman Facebook yang sedang berada di suatu pantai yang mendadak menjadi trending topic, Pantai Pall. Dalam beberapa reportase oleh media, dianggap sebagai pantai yang sejajar dengan Pantai Kuta di Bali dalam hal keindahannya. Masa sih, tiba-tiba ada pantai sekaliber Pantai Kuta Bali di belakang rumah sendiri?

Akhirnya, rasa penasaran itulah yang menggerakan kaki ini untuk menempuh perjalanan menggunakan kendaraan dari arah Bitung sekitar 45 menit dengan jarak kurang lebih 35 km menuju sebuah desa yang bernama Marinsow. Desa ini masuk dalam wilayah kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Tidak sulit menemukan desa ini, karena memang berada dalam ruas jalan Likupang-Bitung yang kondisi jalannya dilapisi oleh aspal hotmix, serta keramahan penduduk yang dengan senang hati mengarahkan setiap orang yang menanyakan letak Desa Marinsow, dimana Pantai Pall ini berada.

Di tengah-tengah desa yang kelihatan tertata dengan baik ini, ada sebuah papan besar penunjuk arah ke pantai, lengkap dengan jaraknya, yaitu 2.5 km dari pemukiman. Untuk menuju ke lokasi, ada sebuah pos karcis yang dikelola oleh desa. Karcis masuk hanya dipungut untuk kendaraan, bukan dihitung per orang.

Di papan informasi sudah terpampang harga karcis masuk yaitu Rp 5.000 untuk kendaraan bermotor roda dua, Rp 10.000 untuk mobil, dan Rp 25.000 untuk bis atau truk. Untuk saat ini, kondisi jalan aspal masih bisa dilalui oleh kendaraan sekelas sedan sekalipun. Walaupun ada beberapa lokasi yang harus ekstra hati-hati karena sudah mulai terlepas lapisan aspalnya.

Hanya sekitar 10 menit ditempuh dari pos karcis, akhirnya mulai tercium bau air laut sebagai pertanda sudah tiba di daerah pesisir pantai. Nampak tempat parkir yang cukup luas, kira-kira seluas lapangan bola. Oleh pemerintah desa selaku pengelola sudah diatur sedemikian rupa posisi parkir mobil, bus, bahkan motor.

Dari parkiran belum kelihatan benar situasi pantainya karena terhalang oleh puluhan kios, tempat mandi, tenda-tenda, bahkan beberapa pohon yang masih dibiarkan berdiri antara bibir pantai dan parikiran. setelah berjalan sekitar 50 meter barulah dapat menyaksikan kondisi pesisir pantai.

Pantai Pall membentang lebih kurang 500 meter dari utara ke selatan. Hamparan pasirnya berwarna putih, di posisi tengah butiran pasirnya sangat halus, namun lebih ke utara butiran pasirnya mulai kasar. Kondisi perairannya juga demikian, pada bagian tengah dasarnya berpasir, sedangkan lebih ke utara atau ke selatan cenderung berbatu atau terdiri dari karang.

Hal ini juga yang membuat warna air laut dibagian tengah berwarna biru terang dan selebihnya agak kehijauan. Itulah sebabnya, kosentrasi pengunjung kebanyakan berada di bagian tengah. Walaupun sebenarnya bagi penyuka snorkeling akan lebih senang di lokasi berkarang, karena masih bisa melihat beberapa jenis ikan di celah-celah karang tersebut.

Kondisi pantai ini sendiri cenderung landai, dan di sepanjang pantai masih banyak ditumbuhi pepohonan seakan-akan menjadi batas yang tegas antara perairan dan daratan. Inilah ternyata letak keindahan yang sering dibicarakan oleh orang-orang yang sudah pernah kemari.

Dari sisi fasilitas sebagai suatu tujuan wisata, pengunjung telah disediakan tenda untuk dipakai terutama apabila datang secara rombongan, atau kalau mau bisa duduk-duduk di bawah pohon yang ada. Bagi yang tidak membawa makanan atau minuman dari rumah, juga dapat memperolehnya dengan mudah di kios-kios yang tersebar dengan harga yang masih masuk akal bila dibandingkan harus menahan haus dan lapar.

Begitu juga untuk urusan buang hajat, ada banyak tersebar toile atau wc yang tentunya berbayar. Air tawar untuk mandi atau bilas juga banyak tersedia dengan membayar Rp 5.000 per ember kapasitas 25 liter di kamar mandi yang rata-rata dibuat secara darurat oleh pengusaha dadakan yang rata-rata adalah masyarakat desa.

Dengan melihat pantai ini, tak dipungkiri memang memiliki kemiripan kondisi dengan Pantai Kuta, tentunya masih minus kondisi ombak yang bisa dipakai untuk berselancar yang menjadi magnet dari Pantai Kuta. Atau kalau tidak salah juga, kondisi ini persis pada saat Pantai Kuta pada era sebelum tahun 90-an.

Ada pantai, ada pengunjung, ada pedagang, ada berbagai model tenda, gubuk, ada kios, ada pohon-pohon sepanjang pantai dan sudah pasti ada keramaian baik siang maupun malam, serta ada begitu banyak sampah. Akhirnya memang sangat terasa kesan kumuh-nya. Namun setelah ditata kembali, itulah pantai kuta yang dapat kita nikmati pada saat ini.

Pantai Pall di Desa Marinsow berpeluang menjadi satu destinasi wisata andalan. Lokasi pantai ini begitu indah dan mempesona bahkan juga asri karena merupakan kombinasi antara birunya laut dan hijaunya daratan, karena sepertinya lokasi ini sebelumnya memang sebagian besar adalah hutan.

Namun kondisi ini sudah mulai terancam karena masyarakat sudah mulai membuka hutan atau menebang pohon untuk dijadikan tenda dan kios. Tidak adanya sungai yang bermuara di pantai ini membuat airnya juga bersih dan jernih, kecuali ke depan pada akhirnya tidak ada cara yang jitu untuk mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari dari kegiatan ratusan orang baik pengunjung maupun pengelola.

Lokasi wisata ini juga akan indah dan nyaman apabila diadakan penataan letak kios, warung, tenda atau wc dan kamar mandi sehingga tidak terlanjur dicap kumuh dan semrawut. Bahkan pengunjung akan merasa dimanjakan dan tidak akan pernah bosan saat berada di sini atau bahkan akan selalu berkeinginan untuk kembali lagi apabila ada fasilitas tambahan seperti watersport, jetski, banana boat, perahu carteran, pelampung, peralatan snorkling bahkan parasailing.

Dengan demikian, tidak akan pernah sepi Pantai Pall ini laksana Pantai Kuta ataupun Tanjung Benoa, keduanya di bali, yang akan selalu dikunjungi berkali-kali walaupun sudah sering dikunjungi.

Sumber:detik.com
Rubrik:Traveling

Komentar

Loading...