Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Keluarga Korban Minta Tersangka Dihukum Mati

SAMSUDINUan Maharini, anak kandung almarhumah Arini.
A A A

Sejak menikah mama jarang pulang ke Medan, dan terakhir berjumpa dengan mama setahun yang lalu

Uan Maharini Anak Kandung Arini

BENER MERIAH – Kehilangan orang yang paling dicintai adalah suatu hal yang paling berat bagi setiap orang, apalagi kepergian orang yang dicintai tersebut tidak lazim tentu membuat setiap orang merasa terpukul menerima kenyataan pahit itu.

Kondisi ini dialami oleh Uan Maharani (17), tidak lain dan tidak bukan adalah merupakan anak kandung Arini bersama alamarhum suami pertamanya.

Arini merupakan wanita yang ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi tergantung di samping mobil colt diesel warna kuning miliknya bersama suaminya yang terparkir di depan rumah yang dia tempati di Dusun Karang Anyar Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

BACA JUGA:IRT Ditemukan Tergantung di Bener Meriah

“Sebelum meninggal mamak pada malam senin (10/8/2020) sempat menyampaikan ingin pulang ke Medan karena tidak tahan, dan kami hanya bilang iya udah mamak silakan pulang cuma kami tidak menanyak kapan mamak pulang,"

Hal itu dibeberkan Uan Maharani kepada sejumlah awak media di depan ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Munyang Kute Redelong, Kamis (13/8/2020).

Meski dengan perasaan penuh kesedihan, Uan menceritakan keluh kesah mamanya pada malam Senin itu, “Mama enggak tahan disini, mama dipukuli disini Memang sebelum mama menelepon kemarin malam itu, mama sering posting ke setatus WhatsApp (WA ) nya seperti ada masalah seperti sedih-sedih gitu,"cerita Uan.

"Cuma engak ada nanyak kenapa,"tambahnya lagi.

Ia mengetahui sang ibunda mengahadap sang pencipta setelah dihubungi oleh istri Misran yang merupakan majikan mamanya bekerja di Bener Meriah.

Kelurga Arini (korban)

“Tadi kami sempat melihat jasad mama di ruang jenazah, ada memar di leher, paha, kepala bagian belakang ada benjol, muka mama penuh bekas darah,"terang Uan kepada para wartawan.

Kata Uan, dari foto yang dilihat sedikitpun tidak ada kewajaran ibunya itu gantung diri, sebab kondisi almarhum berlutut sampai ketanah. Untuk itu dia meminta kepada pihak berwajib agar mengungkap kasus tersebut secara tuntas, dan memberikan hukuman mati kepada pelaku.

Almarhum dimata keluarga

"Mama (korban) itu sangat baik, selama ini mama selalu mengutamakan keluarga dan mama lebih mementingkan pendidikan saya anaknya dari pada dirinya,"tegas Uan Maharani yang juga diamini ibu kandung Arini.

Setelah Ayahnya meninggal, Ibunda dari Uan menikah dengan suaminya yang sekarang pada tahun 2016 silam dan tinggal di Bener Meriah, sementara Uan tinggal dengan nenek di Mabar Hilir Deli Serdang.

"Sejak menikah mama jarang pulang ke Medan, dan terakhir berjumpa dengan mama setahun yang lalu,"akuinya.

Abang Kandung Arini sempat melarang Arini menikah lagi dengan Ny.

Satimin, abang kandung Arini mengatakan pihak keluarga sebelumnya sempat melarang Arini menikah dengan NY sebab Ny masih memiliki istri yang sah dan antara keluarga Arini dengan Ny masih ada ikatan saudara.

"Namun, kami mendengar Arini telah menikah dengan NY entah kapan dan siapa yang menjadi wali Arini menikah dengan Ny,"Cetus Sutimin.

Sutimin menuturkan, setelah mendapat informasi atas meningalnya Arini, dia berangkat dari Desa Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Sumatra Utara sekitar pukul 23.00 wib dan tiba di Bener Meriah pada pukul 07.00 wib pagi tadi untuk menjemput jenazah Arini untuk di semayamkan di Medan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...