Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan menyebabkan pipa PDAM Tirta Naga yang menyuplai air ke permukiman pelanggan di kecamatan Samadua terputus akibat tersapu banjir, Senin (8/3/2021). Petugas Distribusi PDAM Tirta Naga Rizal mengatakan, pipa dialiran Sungai di beberapa tersapu hingga berserakan akibat tanggul penahan pipa besi jebol diterjang derasnya debit air saat hujan mengguyur. "Sejak pagi minggu (7/3/2021) Kami sudah meminta bantuan ke BPBD Dan alhamdulillah sekarang semua anggota sudah kelokasi sikabu untuk tindak lanjut perbaikan dan sebagainya,"kata Rizal.

Kejari Bener Meriah Musnahkan Narkoba dan Senjata Rakitan

SAMSUDDINPemusnahan barang bukti narkoba
A A A

BENER MERIAH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bener Meriah musnahkan barang bukti (BB) narkoba dan senjata api rakitan perkara tindak pidana umum, Selasa (15/9/2020) di halaman Kantor Kejari setempat.

Kepala Kejari Bener Meriah Agus Suroto SH MH menyampaikan, dari 41 pekara yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (ingkrah) atas perkara yang ditangani pihaknya sejak Desember 2019- hingga September 2020 didominan kasus narkoba.

Disebutkan Agus Suroto, barang bukti narkoba yang dimusnahkan diantaranya, ganja seberat 32,535 kg, Sabu-sabu seberat 50, 17 gram.

Selain itu, pihaknya juga memusnahkan satu pucuk senjata api rakitan yang terbuat dari besi, dan satu pucuk senjata api rakitan yang terbuat dari kayu, 18 butir amunisi, dan barang bukti laninya termasuk satu unit sepeda yang merupakan barang rampasan.

Menurut Agus, pemusnahan barang bukti tersebut adalah merupakan rangkaian pekara pidana umum.

“Karena penyelesaian itu dibilang tuntas setelah semua mulai dari eksekusi badan, denda, dan termasuk pemusnahan barang bukti,"jelas Agus.

Sementra itu Kasi Barang Bukti Kejari Bener Meriah, Wahyu Husni menambahkan, terkait perkara senjata api itu menyangkut perkara tindak pidana pencurian dimana terdakwa mengunakan senjata api tersebut untuk melakukan pencurian.

Sedangkan terkait barang bukti minyak, merupakan pekara minyak oplosan, minyak yang memang tidak ada izin untuk pengangkutan atau penyebarluasan.

"Dan minyak tersebut berasal dari Aceh Timur, dan untuk kasus minyak ini tersangkanya satu orang serta kasus senpi (Sejata api) juga satu orang tersangka,"papar Wahyu.

Dari pantauan acehimage.com pemusnahan barang bukti (BB) yang dilaksanakan Kejari Bener Meriah turut disaksikan oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, Ketua Pengadilan Simpang Tiga Redelong Purnawingsih SH.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...