Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Kehadiran FKS Diharapkan jadi Pelopor Perdamaian

SAMSUDDINKasi Pemberdayaan Sosial Masyarakat dan Kemitraan pada Dinas Sosial Bener Meriah, Eva Azlina ST saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Forum Keserasian Sosial (FKS)
A A A

BENER MERIAH – Dalam upaya meminimalisir terjadinya konflik ditengah-tengah masyarakat, Kementerian sosial menyerukan kepada semua pihak menciptakan Keserasian Sosial untuk menjaga dan merawat Keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI) serta membentuk program –program untuk menangkal terjadinya konflik antara masyarakat.

Untuk menyahuti hal itu, Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah membentuk Forum Keserasian Sosial (FKS) di Kampung-Kampung yang berpotensi berkonflik diantaranya Kampung Godang Kecamatan Bukit, Kampung Cinta Damai Kecamatan Wih Pesam, dan Kampung Bale Kecamatan Bukit.

Dari delapan Kampung se-Aceh yang mendapatkan bantuan program Keserasian Sosial (KS) dan kearifan lokal tiga Kampung di Kabupaten Bener Meriah memperoleh bantuan program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah Almanar melalui Kasi Pemberdayaan Sosial Masyarakat dan Kemitraan pada Dinas Sosial Bener Meriah, Eva Azlina ST, Selasa (25/8/2020) di depan Aula gedung serba guna Kampung Godang Kecamatan Bukit.

Menurut Eva Azlina, untuk Kampung Godang dan Kampung Cinta Damai Kecamatan Wih Pesam masing-masing mendapat bantuan Keserasian Sosial (KS) tahun anggran 2020 yang bersumber dari APBN sebesar Rp150 juta sedangkan untuk Kampung Bela Kecamatan Bukit mendapatkan bantuan Rp50 juta.

“Kalau untuk Kampung Godang dan Cinta Damai itu masuk dalam program Keserasian Sosial yang anggaranya untuk fisik, sedangkan kampung Bale merupakan program kearifan lokal yang khusus untuk belanja barang,"ungkap Eva.

Dikatakan Eva, sebagai kearifan lokal, anggaran bantuan sebesar Rp50 juta bagi Kampung Bale melalui sangar Lingang Gayo mereka membeli baju kerawang, alat canang, dan upuh ulen-ulen (kain adat gayo-red).

Sementara untuk Kampung Godang mereka mengalokasikan untuk pembangunan pagar Masjid sebesar Rp100 juta, dan Rp50 juta untuk admistrasi termasuk nantinya untuk peresmian pembangunan pagar tersebut yang insyallah akan dihadiri Mentri Sosial pada bulan September mendatang.

“Kita juga akan melaksanakan Sarahsehan forum soasial di Kampung Cinta Damai, namun kita belum tau kapan dilkaksanakan karena mereka harus mempersiapkanya,"tutur Eva Azlina.

Eva menegaskan, kegiatan sarahsehan forum soasial pada intinya adalah untuk mencegah terjadinya radikalisme ditengah-tengah masyarakat. Dimana selama ini Kampung Godang rentan dengan konflik sosial yang berawal dari pemilihan Reje Kampung dan berkali-kali juga Reje kampung didesak mundur oleh masyarakatnya hal itu lantaran kurangnya koordinasi, partisifasi dan rasa memiliki sehingga potensi konflik yang terjadi dikampung tersebut cukup besar.

Justru itu, sambung Eva, keberadaan FKS tersebut dapat menjadi pelopor perdamaian di kampung-Kampung karena mereka merupakan orang-orang diluar yang berkonflik.

“Forum ini diluar orang yang berkonflik dan forum ini sebagai pelopor perdamaian di desa masing – masing jadi mereka membantu mengurangi resiko konflik di Kampung melalui sebuah kegiatan, dimana gotong royong yang mulai hilang selama ini. melalui kegiatan ini mereka bisa bersatu lagi dan lewat wadah ini kembali meningkatkan rasa memiliki masyarakat kampung,” cetus Eva.

Kepada Wartawan, Eva menerangkan, untuk Kampung Godang bantuan tersebut dialokasikan sebasar Rp100 juta untuk pembanggunan pagar masjid dan hal itu berdasarkan proposal yang meraka ajukan.

“Awalnya kenapa pagar masjid yang di ajukan ke Provinsi waktu itu karena kanan kiri dari pada masjid tersebut adalah rumah masyarakat dan ternak masyarakat selalu masuk ke halaman atau pelataran masjid itu, yang menyebabkan kisruh masyarakat pemilik ternak dengan pengurus masjid,"terang Eva.

Lanjut Eva, dari kesepakatan mereka melalui musyarawah forum keserasian sosial mereka memprioritaskan pembangunan pagar masjid tersebut.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...