Kedubes AS Dipindah ke Yerusalem, Timur Tengah Akan ‘Meledak’

FOTO | ISTIMEWAMenteri Luar Negeri AS, John Kerry, memperingatkan dampak dipindahkannya kedubes AS di Tel Aviv ke Yerusalem.
A A A

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, memperingatkan bahwa beberapa kebijakan luar negeri Presiden terpilih Donald Trump akan "meledak." Hal itu diungkapkan Kerry saat ditanya oleh koresponden CBS News apa yang terjadi jika Kedubes AS dipindah dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Anda akan mendapatkan ledakan, sebuah ledakan mutlak di wilayah itu, tidak hanya di Tepi Barat, dan mungkin di Israel sendiri, tetapi di seluruh wilayah," kata Kerry.

"Jika tiba-tiba Yerusalem dinyatakan sebagai lokasi kedutaan kami, yang memiliki masalah kedaulatan, masalah hukum yang dianggap akan dipengaruhi oleh gerakan itu dan AS menyetujui tanpa bantahan, itu akan menimbulkan dampak yang sangat mendalam terhadap kesiapan Yordania dan Mesir untuk memberi dukungan dan terlibat hubungan dengan Israel seperti sekarang," imbuhnya seperti dikutip dari CBS News, Minggu (8/1/2017).

Kerry juga menimbang dengan dalam solusi dua negara dan menjelaskan apa yang akan terjadi jika AS mundur dari pendukung visi bagi Israel dan Palestina. "Saya pikir itu akan menjadi luar biasa berbahaya bagi Israel, teman kita," kata Kerry.

"Realitas sederhana adalah Anda tidak bisa menjadi satu kesatuan, salah satu negara, dengan non Yahudi lebih dari orang Yahudi dan tetap berdemokrasi atau negara Yahudi. Tidak mungkin. Anda tidak dapat melakukannya," terang Kerry.

Minggu ini, tiga senator Partai Republik memperkenalkan undang-undang yang bisa memastikan langkah memindahkan Kedutaan AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dengan menahan dana tertentu milik Departemen Luar Negeri untuk konstruksi kedutaan dan keamanan.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...