Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala Pukesmas di Kota tersebut. Pertemuan ini membahas penanganan COVID-19 yang terus merambah di ibu Kota Provinsi Aceh. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara mengharapkan untuk daerah tersebut agar dilakukan pengadaan alat tes uji swab oleh Pemerimntah setempat. "Turut juga bertemu dengan direktur RSUD Meuraxa, dari pertemuan itu sangat banyak menemukan permasalahan baru, yaitu claster-claster baru yang terbentuk di Kota Banda Aceh," kata Tati Meutia Asmara kepada wartawan usai pertemuan dengan mitra kerja,Kamis (6/8/2020).

BPBA

Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh Barat 100 Persen sudah Padam

FOTO | Dok Humas Aceh BaratKebakaran di Aceh Barat beberapa waktu yang lalu
A A A

ACEH BARAT - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek menegaskan musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat hingga kini dipastikan sudah padam mencapai 100 persen.

"Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan dari udara, tidak ada lagi terlihat titik api di sejumlah lokasi kebakaran," kata Teuku Ahmad Dadek kepada wartawan di Meulaboh, Selasa.

Menurutnya, padamnya karhutla di daerah itu disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur daerah tersebut sejak beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan titik api padam, dan ditambah lagi dengan upaya pemadaman yang dilakukan oleh TNI, POlri, BPBD, KPH wilayah IV Aceh dan pihak terkait, sehingga penanganan pemadaman api lebih maksimal.

Meski dari pemantauan udara masih terlihat sebaran asap di lokasi kebakaran, pihaknya menyarankan agar pemadaman api melalui udara menggunakan satu unit helikopter milik BNPB untuk beberapa hari ke depan, sebaiknya masih terus dilakukan.

Hal ini agar mencegah timbulnya titik api di lokasi semula, karena sebagian besar lahan yang terbakar di Kabupaten Aceh Barat merupakan lahan gambut dan kebakarannya dapat berpotensi terulang.

"Saya melihat karhutla yang terjadi di Aceh Barat ini sedikit unik, dimana di bagian permukaan tanah apinya sudah padam. Akan tetapi, di dalam tanah masih ada api,sehingga berpotensi terjadi lagi kebakaran lahan," katanya menambahkan.

Untuk itu, upaya pemadaman dari udara tetap harus dilakukan disamping pemantauan secara visual tetap harus dilakukan agar memastikan titik api benar-benar sudah padam, tuturnya.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...