Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Rudy Hartono

Keajaiban Indonesia di All England

FOTO | CNN INDONESIARudy Hartono berhasil meraih delapan gelar All England.
A A A

JAKARTA- All England adalah turnamen tertua dan orang Indonesia bernama Rudy Hartono pernah jadi penguasa di sana.

Di tahun 60-an dan 70-an belum banyak turnamen bulutangkis yang digelar. All England sering jadi kiblat badminton. Juara di All England berarti jadi pebulutangkis terbaik di dunia.

Dengan tak banyak turnamen yang digelar di dekade tersebut, maka setiap pemain hanya punya sedikit kesempatan untuk unjuk gigi. Hal itu tentu membuat All England jadi turnamen impian tiap orang.

Mimpi-mimpi yang mengapung dari tiap pemain dari seluruh penjuru dunia itu berdesakan, sikut-sikutan, dan hanya akan ada satu mimpi yang terwujud tiap tahunnya. Hebatnya, Rudy berhasil mewujudkan mimpi itu dari tahun ke tahun. Hingga tujuh kali beruntun dan delapan gelar secara keseluruhan.

Dalam kondisi sepi turnamen, persiapan menuju All England bakal berlangsung panjang. Layaknya persiapan perang, semua harus disiapkan matang-matang. Rudy mengaku ia sering menghabiskan waktu tiga bulan sebelum akhirnya berlaga di All England.

Berangkat ke All England pada zaman itu tak semudah berangkat ke All England pada masa kini. Kondisi keuangan membuat seleksi untuk pemain-pemain yang berangkat lebih ketat.

Mereka-mereka yang dipercaya berangkat ke All England adalah mereka-mereka yang telah lebih dulu memenangkan persaingan antarteman.

"Saya berlatih selama lima bulan, tanpa pelatih, sehingga saya harus menyusun program sendiri. Saya begitu fokus dalam latihan setiap harinya karena saya ingin menjadi juara di Inggris," tutur Rudy kepada CNNIndonesia.com di tahun 2015.

"Saya gembira begitupun rakyat Indonesia apalagi saat itu kami mendapat dua gelar (Indonesia juga juara di nomor ganda putri lewat Minarni Soedaryanto/Retno Koestijah). Di nomor tunggal putra, setelah hampir satu dekade, akhirnya ada lagi juara All England dari Indonesia."

Itulah kenangan Rudy ketika ia memenangkan gelar All England pertama di tahun 1968. Indonesia bisa bernapas lega karena Merah-Putih punya bintang penerus jejak generasi pertama yang membawa harum nama Indonesia di akhir era 50-an.

Merebut gelar All England pertama di 18 tahun, tahun-tahun berikutnya kemudian jadi tahun kejayaan Rudy dan badminton Indonesia. Rudy meraih tujuh gelar beruntun di All England dan Tim Thomas Indonesia tak terkalahkan dalam empat penyelenggaraan dari 1970-1979.

Dominasi tujuh tahun beruntun Rudy di All England adalah kombinasi kerja keras, persiapan matang, motivasi, dan keberuntungan.

Rudy terus melakukan persiapan rata-rata tiga bulan sebelum turnamen digelar. Rudy juga tak pernah kehilangan motivasi untuk kembali juara setelah menjadi yang terbaik di tahun sebelumnya.

Rudy tak lupa menyertakan keberuntungan di balik kehebatan yang ia ciptakan. Pebulutangkis kelahiran Surabaya ini tak pernah mengalami cedera berat dalam persiapan dan pertandingan All England.

Rudy hanya pernah mengalami sakit gigi dan cedera-cedera ringan yang kemudian semuanya berhasil dilewati dalam perjalanan meraih kemenangan.

Delapan gelar All England adalah rekor milik Rudy di nomor tunggal putra All England yang belum pernah berhasil dicuri oleh pebulutangkis tunggal putra di generasi berikutnya.

Rudy telah menetapkan definisi yang lebih tinggi untuk prestasi Indonesia di dunia badminton. Nama Rudy kemudian selalu jadi pembanding untuk pebulutangkis-pebulutangkis hebat Indonesia di generasi berikutnya.

Rudy pula yang membuat demam badminton makin mengganas di Indonesia.

Selamat ulang Tahun, Rudy Hartono!

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:SPORT

Komentar

Loading...