Tersangka Tak Ditahan

Kasus Korupsi Kadis Pengairan Abes P21

FOTO | IllustrasiIllustrasi
A A A

BANDA ACEH  — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, telah menetapkan Kepala Dinas Pengairan Aceh Besar, Ir H Azwar MM dan Muslem ST MSi, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sebagai tersangka korupsi pada pelaksanaan pekerjaan perkuat pengaman tebing Krueng Aceh, di Desa Lampaseh Krueng, Kecamatan Montasik, Aceh Besar.

Bersama tersangka itu polisi juga menetapkan lima orang penerima pekerjaan (PHO) dan empat pengawas lapangan sebagai tersangka. Disebutkan juga, penyidikan kasus korupsi itu telah dinyatakan lengkap (P21) dan segera diserahkan pada Kejaksaan.

Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SstMK SH MM kepada Serambi Sabtu (24/12) mengatakan, berkas perkara untuk tindak pidana korupsi proyek pengaman tebing Krueng Aceh di Desa Lampaseh Krueng itu, dinyatakan P21 (berkas lengkap). Karena itu, para tersangka akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

Didampingi Kasubdit III Tipikor, Kompol Risno SIK, Dir Reskrimsus menyebutkan, proyek bermasalah itu dengan sumber dana dari APBA dan dana Otsus Kabupaten Aceh Besar tahun 2013, dengan nilai kontrak Rp 3.638.160.000. “Karena pekerjaan itu tidak sesuai spesifikasi, kini kondisi pengaman tebing Krueng Aceh di Desa Lampaseh Krueng itu roboh dan kerugian negara yang ditimbulkan Rp 1.467.562.633 dari hasil audit BPKP,” sebutnya.

Disebutkan, selain mengakibatkan kerugian negara Kadis Pengairan Aceh Besar dan kawan-kawan (dkk) membiarkan pengalihan tanggung jawab dari tersangka Abdul Hamid (Direktur PT Tity Nasa Daya kepada tersangka Nazaruddin). Lalu ikut mengesahkan progres report pekerjaan yang tidak sesuai yang dilaksanakan di lapangan serta memerintahkan dilakukan pembayaran pada saat progres yang kurang dari yang dilaporkan. Disebutkan, kasus itu mulai ditangani polisi November 2014 lalu, dan ditetapkan 11 tersangka.

Sedangkan dua kontraktor yakni Abdul Hamid Direktur PT Tity Nasa Daya dan Nazaruddin alias Nazar alias Mandred alias Sidred telah divonis masing-masing 4 tahun dan 7 tahun penjara. Lalu dari kedua tersangka, uang negara yang diselamatkan hanya Rp 17 juta lebih dan satu unit mobil RAV 4.

Sumber: serambinews.com
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...