Faktor Ekonomi,

Kasus Gugat Cerai Meningkat

FOTO | modusaceh.coIrpannur SH | Panitera Mahkamah Syar'iyah
A A A

BIREUEN - Selama tahun 2016, Mahkamah Syar'iyah Kabupaten Bireuen telah menerima 713 perkara gugat cerai (isteri menceraikan suami). Ada 303 kasus diantaranya adalah cerai talak (suami menceraikan isteri) dan 116 kasus lainnya, istri mengugat cerai suami. Informasi itu dikatakan Irpannur SH, Panitera Mahkamah Syar'iyah Kabupaten Bireuen diruang kerjanya, Kamis, 12 Januari 2017.

Menurut Irpannur, penyebab paling dominan isteri melakukan gugat cerai suami adalah, karena faktor ekonomi. Selain itu, juga karena suami pengguna narkoba. Sementara cerai talak akibat hadirnya pihak ketiga dalam rumah tangga (selingkuh). “Suami yang gugat cerai suami disebabkan tak mampu menafkahi isteri. Kasus ini mencapai 50 persen. Sedang gugat cerai karena suami pemakai narkoba mencapai 30 persen,” kata Irpannur. Menurutnya bila suami seorang pemabuk isteri diberi hak untuk gugat cerai.

Bila dibandingkan tahun 2015, kasus gugat cerai memang menurun. Tahun 2015, cerai gugat ada 328 dan cerai talak 112 kasus. Memasuki tahun 2017, Mahkamah Syar'iyah Kabupaten Bireuen sedang menanggani 5 kasus cerai talak. Lalu penetapan ahli waris 6 kasus. Sementara persidangan berbagai kasus setiap harinya di lembaga itu mencapai 40 perkara.

Sumber:modusaceh.co
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...