Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

Kapolda Klaim Utamakan Keselamatan Rakyat Bubarkan Aksi 1812

CNNKapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut pihaknya mengutamakan keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 sehingga membubarkan aksi 1812
A A A

JAKARTA- Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan pihaknya mengutamakan keselamatan rakyat sehingga membubarkan aksi 1812 karena berpotensi menularkan virus corona (Covid-19).

"Adagium (pepatah) keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto, seharusnya menjadi pedoman utama," kata Fadil kepada wartawan, Jumat (18/12).

Fadil mengatakan prinsip tersebut semestinya tak hanya diterapkan anggota kepolisian. Ia berharap prinsip tersebut juga diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat.

"Termasuk di dalamnya adalah bahaya penyakit menular atau pandemi Covid-19 yang saat ini menjadi ancaman bagi setiap orang, setiap penduduk negara Indonesia, tanpa kecuali siapa pun orangnya," ujarnya.

Merujuk pada data, kata Fadil, jumlah korban meninggal akibat virus corona di Indonesia telah mencapai 19.248 orang. Sedangkan untuk di wilayah Jakarta, mencapai 2.994 orang. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian dan keprihatinan seluruh elemen masyarakat.

"Keselamatan hidup setiap insan atau rakyat adalah HAM, karenanya adagium itu bukan semata-mata sebagai slogan tanpa makna," katanya.

Lebih lanjut, Fadil menyebut Indonesia adalah negara hukum. Mantan Kapolda Jawa Timur ini meminta semua pihak untuk mengikuti aturan dan menghormati hak orang lain.

Salah satunya, terkait upaya penegakan hukum terhadap kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus corona. Fadil mengklaim tindakan kepolisian selalu mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan preventif untuk menghormati HAM.

"Tapi jika cara-cara tersebut tidak juga dipatuhi, bahkan melecehkan anggota Polri, maka Polri diberikan kewenangan mengambil tindakan tegas," ujarnya.

Sebelumnya, aparat kepolisian membubarkan massa yang akan mengikuti aksi 1812. Mereka dibubarkan karena dianggap melanggar protokol kesehatan Covid-19 terkait kerumunan massa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 155 orang ditangkap terkait aksi 1812. Ratusan orang itu diamankan di berbagai lokasi, 20 orang di antaranya diamankan di Markas Batalyon 201.

Yusri menuturkan pihaknya juga telah melakukan rapid test terhadap ratusan orang tersebut. Hasilnya, sebanyak 22 orang dinyatakan reaktif Covid-19.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...