Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Kapal Asing Pengangkut CPO ke India kembali Bersandar di Pelabuhan Calang

ANTARAKapal JM Sutera 8 pengangkut CPO yang akan di eksport ke Negara India bersandar di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, Rabu (8/7/2020)
A A A

ACEH JAYA - Sebuah Kapal Asing dari Malaysia kembali bersandar di Pelabuhan Calang, Kabupaten Aceh Jaya sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi.

Kapal JM Sutera 8 tersebut berangkat dari Malaysia menuju Indonesia Provinsi Aceh Kabupaten Aceh Jaya akan mengangkut CPO milik PT. Calang Sejati Indah sebanyak 6.000 mt Palm Oil yang akan di Ekspor ke Negara India.

"Kapal tersebut berlabuh dilaut Calang Kemarin, dan baru tadi sekitar pukul 13.00 WIB bersandar dipelabuhan kita," kata Kepala Syahbandar Pelabuhan Calang melalui Pejabat Pembuat Komitmen Pelabuhan Calang, Azwana Amru Harahap, rabu (8/7).

Ia menjelaskan kalau pihaknya bersama pihak Kantor Pelabuhan Kapal (KKP) Meulaboh telah melakukan pengecekan kesehatan terhadap 20 awak kapal tersebut ditengah laut Calang.

"Untuk protokol kesehatan tetap kita jalankan dan mereka sudah dilakukan cek kesehatan oleh pihak KKP di tengah laut," kata Amru.

Ia menyampaikan bahwa pengecekan tersebut dilakukan untuk mengantispasi wabah corona sehingga pengecekan kesehatan juga diperketat bagi warga asing yang masuk kepelabuhan Calang.

"Kapten kapal orang kita indonesia, sementara anak buahnya dari malaysia," kata Amru.

Sementara itu Jaka santosa selaku Manager PT. Calang Sejati Indah menyampaikan jika pihaknya akan mengeksport minyak sawit sebanyak 6.000 ton minyak sawit ke Negara India.

"Kalau sebelumnya kita ekspor 7.000 ton namun kali ini sedikit menurun yaitu 6000 ton, dan itu kita kumpul sekitar 2 bulanan," kata Jaka santosa.

Ia menyampaikan kalau selama COVID-19 memang ada sedikit terkendala dalam eksport, karena COVID-19 melanda seluruh dunia bukan hanya indonesia.

"COVID-19 memang kendala internasional, dalam eksport pun terkadang disana juga membatasi jumlahnya, kalau ekspor juga sedikit terkendala," kata Jaka.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...