Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Kadisdik Aceh Pantau Kegiatan GEMAS Hingga Pedalaman Aceh Timur

ISTIMEWAKepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs H Rachmat Fitri Hd MPAmemantau pelaksanaan kegiatan Gerakan Masker Sekolah (GEMAS) di sejumlah satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Aceh Timur
A A A

ACEH TIMUR - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs H Rachmat Fitri Hd MPA memimpin rombongan Disdik Aceh memantau pelaksanaan kegiatan Gerakan Masker Sekolah (GEMAS) di sejumlah satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Aceh Timur, Rabu (2/12/2020).

Pada kesempatan itu Kadisdik Aceh turut didampingi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Syukri MPd, Kabid Pembinaan SMA, Drs Amiruddin, Kabid Pembinaan SMK, Azizah MPd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T Fariyal MM, dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Husaini, MPd beserta jajarannya.

Sekolah yang dikunjungi Kadisdik Aceh itu antara lain SDN 6 Idi, SMKN 1 Taman Fajar, SMKN 1 Peureulak, dan SMKN 1 Indra Makmu.

"Pemerintah sudah menetapkan sekolah akan dilangsungkan pembelajaran secara tatap muka pada Bulan Januari 2020 mendatang. Kita harus memastikan kesiapan dari warga sekolah dalam menaati protokol kesehatan," ujar Haji Nanda sapaan akrab Rahmat Fitri.

Meski demikian, katanya, Dinas Pendidikan Aceh bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota se Aceh juga telah menginstruksikan untuk membentuk satuan tugas penanganan Covid 19 di setiap satuan pendidikan yang ada di seluruh Aceh.

"Didalam SK kepala sekolah itu dituliskan nama guru dan tenaga pendidikan yang telah diberikan tugas secara rinci, ini penting dilakukan agar semuanya bertanggungjawab atas pekerjaan masing-masing. Sehingga tugasnya benar-benar dapat berjalan secara maksimal," ungkapnya.

Kepala sekolah dan warga sekolah lainnya, harapnya, diminta untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan, yaitu gemar memakai masker, selalu menjaga jarak serta menghindari setiap kerumunan.

"Protokol kesehatan dan POS Pendidikan harus terus berjalan secara baik. Jika tidak maka kita akan dinilai belum siap untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka," katanya.

Pihaknya juga telah memastikan agar setiap siswa selalu menjaga protokol kesehatan. Setiap siswa telah diberikan masker dan brosur pencegahan Covid 19 agar dapat dibaca dan dipelajari bersama keluarganya dirumah.

Ikut melihat kondisi sarana prasaran sekolah

Selain itu setiap sekolah juga telah dipasang spanduk pencegahan Covid untuk mengingatkan siswa dan guru.

"Kami harapkan semua siswa sebelum pergi ke sekolah wajib sudah berwudhu dari rumah. Begitu juga ketika hendak pulang kerumah dari sekolah juga harus dipastikan dalam keadaan berwudhu," ujarnya Haji Nanda.

Pada saat kunjungan tersebut, Haji Nanda juga ikut melihat kondisi sarana prasaran sekolah, seperti tempat mencuci tangan, ruangan kelas, laboratorium, ruangan guru dan kepala sekolah serta sejumlah tempat lainnya yang ada di sekolah.

"Hari ini selain kita memantau pelaksanaan GEMAS, kita juga melihat kondisi sekolah hingga daerah pedalaman. Karena kita tidak hanya menerima laporan yang baik-baik saja, tapi kita juga memastikan kondisi dilapangan sesungguhnya," demikian tutur Rachmat Fitri.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...