Innalilahi wainnailaihi rojiun, Dimas Muhammad Andrean balita yang berusia 2 tahun ditemukan meninggal tenggelam dalam kolam di depan Cafe Pondok Indah, Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah. Selasa (19/1/2021). Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Jufrizal SH menyebutkan, Dimas Muhammad Andrean pertama sekali ditemukan di dalam kolam oleh Kamarudin karyawan cafe Pondok Indah tersebut.

Kadin Aceh dan KPK Kembali Bahas Pencegahan Korupsi

MILogo KPK
A A A

BANDA ACEH - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin rajin berkunjung ke Aceh, terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme di provinsi Aceh.

Hari ini Sabtu (12/12/2020) Tim KPK yang dipimpin oleh Agus Priyanto bersama tiga koleganya kembali datang dengan judul melakukan silaturahmi dan diskusi dengan pengurus Kadin Aceh.

Pertemuan antara Tim KPK - Kadin berlangsung di Kantor Kadin Aceh jalan Taman Makam Pahlawan Kota Banda Aceh.

Pertemuan di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) tersebut adalah membahas bagaimana strategi pencegahan korupsi dengan pengurus Kadin Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan serius.

Ketua Kadin Aceh H Makmur Budiman SE mengatakan, pihaknya bersama-sama pengurus mendorong terus pencegahan agar korupsi di Aceh.

Seluruh pengurus Kadin Aceh meyakini, secara prinsip dalam konteks dunia usaha, tidak ada satupun pengusaha yang mau terjerumus korupsi.

“Tapi, kenyataan di lapangan, masih banyak kendala yang dihadapi dan menempatkan para pengusaha dalam posisi dilematis. Di satu sisi ingin berpartisipasi dalam proses bisnis yang berjalan, disisi lain dihadapkan pada berbagai hambatan dalam birokrasi yang pada akhirnya menjerumuskan mereka dalam zona korupsi,”kata Makmur.

Oleh karena itu, selaku ketua, ia akan merangkul pelaku usaha guna menciptakan bisnis yang anti suap dan kongkalikong," ujar H Makmur Budiman pada media ini.

Sementara dalam diskusi dengan Tim KPK terkait masalah pencegahan korupsi, Ketua Kadin Aceh itu menuturkan pihak KPK berharap dari diskusi ini tetap dalam konteks pencegahan korupsi serta praktik suap bisa dibasmi dan dilakukan bersama- sama.

Secara prinsip dalam konteks dunia usaha kata Makmur, tidak ada satupun pengusaha yang mau terjerumus korupsi dalam dunia usaha.

"Dengan adanya silaturrahmi ini kita bersama segenap pengurus Kadin Aceh terus semangat kita jaga di Kadin Aceh serta terus kita mendorong bersama-sama dalam rangka pencegahan korupsi," ungkap Makmur.

Kadin sangat berperan sebagai pelaku ekonomi

Dari pihak KPK secara garis besar mengatakan, bicara soal persaingan dan tata kelola yang baik di sektor swasta sangat menentukan.

KPK mengingatkan ada risiko hukum bagi korporasi yang melakukan tindak pidana korupsi.

Masyarakat katanya, mempertanyakan terkait persaingan usaha di Indonesia maupun di Aceh.

Karena ujarnya, harus ada perubahan secara detail terkait persaingan di sektor usaha tersebut.

Menurut Agus Priyanto, swasta menjadi pihak yang sangat menentukan karena sangat berperan sebagai pelaku ekonomi.

"Nah, dengan demikian, perlu adanya persaingan dan tata kelola yang baik," ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...