Al-Ishlahiyyah Ulee Kareng

Juara Lomba Dikee Aceh

FOTO | JUNGrup dikee Al-Ishlahiyyah perwakilan dari Kecamatan Ulee Kareng berhasil menjadi yang terbaik dalam Lomba Dikee Aceh se-Kota Banda Aceh.
A A A

Meudikee medium menanamkan nilai keacehan terutama kepada anak muda. Dikee merupakan cara kita mengajarkan ilmu tauhid melalui bait-bait yang dilantunkan. Banyak sekali nasihat, kisah-kisa nabi, dan sejarah-sejarah Islam di dalam setiap baitnya. Maka sangat baik bagi kita untuk menyampaikan tausiah kepada anak melalui dikee,

Mairul Hazami Kadis DSI Kota Banda Aceh

BANDA ACEH - Grup dikee Al-Ishlahiyyah perwakilan dari Kecamatan Ulee Kareng berhasil menjadi yang terbaik dalam Lomba Dikee Aceh se-Kota Banda Aceh. Hajatan tahunan Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh ini digelar di komplek Masjid Tgk Di Anjong, Gampong Peulanggahan, 26-28 April 2017.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang sekaligus penutupan acara dilakukan oleh Kepada Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh Mairul Hazami, Jumat (28/4/2017) malam. Pada kesempatan itu, Mairul mewakili Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.

Berdasarkan penilaian dewan juri, grup dikee Al-Ishlahiyyah memperoleh nilai 86 yang mengantarkannya sebagai Juara I Lomba Dikee Aceh se-Banda Aceh 2017. Juara II dengan nilai 83 diraih oleh grup dikee Al-Furqan dari Kecamatan Kuta Alam. Sementara grup dikee Ar-Raihan dari Kecamatan Jaya Baru harus sebagai Juara III dengan nilai 82.

Atas pencapaian tersebut mereka berhak atas hadiah berupa piala tetap dan piala bergilir plus dana pembinaan masing-masing sebesar Rp 5 juta, RP 4 juta, dan Rp 3 juta. Kepada grup dikee perwakilan dari 6 kecamatan lainnya yang belum berhasil menjadi pemenang pada tahun ini, MAA Banda Aceh juga menyerahkan sejumlah dana pembinaan.

Dalam sambutannya, Kepala DSI Mairul Hazami, menyebutkan Pemko Banda Aceh mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, Gampong Peulanggahan sebagai tuan rumah, dan semua pihak menyukseskan acara. “Kegiatan seperti ini harus terus diadakan karena dikee merupakan bagian dari budaya kita yang harus kita jaga eksistensinya. Terutama dari pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan nilai keislaman. Hal ini harus dipandang serius.”

“Meudikee medium menanamkan nilai keacehan terutama kepada anak muda. Dikee merupakan cara kita mengajarkan ilmu tauhid melalui bait-bait yang dilantunkan. Banyak sekali nasihat, kisah-kisa nabi, dan sejarah-sejarah Islam di dalam setiap baitnya. Maka sangat baik bagi kita untuk menyampaikan tausiah kepada anak melalui dikee,” katanya

Ia pun berharap kepada para pegiat dikee di Banda Aceh dengan dukungan MAA untuk terus berinovasi menciptakan syair-syair baru yang dapat memotivasi kawula muda. Sehingga semangat untuk menghidupkan kembali dikee Aceh dapat tumbuh di tengah-tengah masyarakat kita,” katanya lagi.

Turut hadir pada acara tersebut di antaranya Ketua MAA Banda Aceh Sanusi Husen bersama sejumlah Kepala SKPK di lingkungan Pemko Banda Aceh, para Camat dan Keuchik, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ratusan warga setempat.

Penulis:Jun
Editor:AK Jailani
Fotografer:Jun
Kode:47
Sumber:Release
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...