Jonny Castro Beri Mimpi Buruk untuk Madrid

FOTO | GETTY IMAGESReal Madrid kembali menelan kekalahan dalam kurun waktu tiga hari. Los Blancos kali ini tumbang 1-2 dari Celta Vigo di Santiago Bernabeu, dengan Jonny Castro jadi mimpi buruk tuan rumah.
A A A

MADRID - Real Madrid kembali menelan kekalahan dalam kurun waktu tiga hari. Los Blancos kali ini tumbang 1-2 dari Celta Vigo di Santiago Bernabeu, dengan Jonny Castro jadi mimpi buruk tuan rumah.

Madrid gagal menjadikan babak perempatfinal Copa del Rey leg pertama sebagai momen kebangkitan setelah kalah 1-2 dari Sevilla di ajang La Liga akhir pekan lalu. Adalah Celta Vigo yang memperpanjang hasil buruk El Real.

Tim besutan Zinedine Zidane sempat tertinggal 0-1 di menit 64 berkat gol Iago Aspas. Namun, selang limat menit kemudian Madrid bisa menyamakan skor lewat gol yang dicetak Marcelo. Gol itu membuat sebagian besar penonton di Santiago Bernabeu bersorak, harapan untuk memenangkan pertandingan menjadi hidup.

Namun, pemain Madrid rupanya terlena hingga hilang fokus. Lucas Vazquez melakukan kesalahan umpan, yang dengan mudah dipotong pemain Celta hingga meneruskan bola ke arah Jonny Castro untuk menceploskan bola ke gawang Kiko Casilla di menit 70.

Gol dari pemain yang berposisi sebagai full back kiri itu jadi penentu kemenangan Celta, sekaligus jadi gol perdana Castro musim ini. Terlihat seperti malam yang sempurna untuk Castro.

Kemenangan ini sekaligus kembali membuka ingatan tentang peran Castro saat membantu Celta membekuk Barcelona 0-1 di Camp Nou pada awal November 2014. The Guardian kala itu menyebut bahwa surat kabar El Mundo Deportivo dan Sport sudah membuat kesalahan.

Sebelum pertandingan, El Mundo Deportivo menyebut "Ini Hari Luis Suarez", sementara itu Sport tempak lebih bergairah kepada Lionel Messi: "Ini Malam Anda".

Esok harinya, setelah pertandingan itu, muncul headline balasan yang berasal dari wilayah Galicia, daerah yang masih bagian dari Vigo: "Suatu Prestasi Bersejarah". Kalimat itu merujuk pada kemenangan perdana sebagian besar pemain Celta di Camp Nou.

Castro juga dimunculkan sebagai pemain yang dianggap tampil sangat mengesankan dalam kemenangan itu, bukan Joaquin Larrivey yang jadi pencetak gol tunggal. Ia mengatakan suatu hal yang emosional bisa meraih kemenangan perdana di Camp Nou. Lantas, siapa Castor ini sebenarnya?

Castro merupakan pesepakbola muda berusia 22 tahun yang lahir di Vigo. Ia salah satu bagian inti di timnas Spanyol U-19. Kehadirannya juga berhasil membuat Spanyol keluar sebagai juara Piala Eropa U-19 di bawah asuhan Julen Lopetegui.

Sepanjang musim ini, Castro punya pencapaian yang menonjol dalam menjaga pertahanan Vigo. Di La Liga saja Who Scored mencatat Castro mampu 39 kali memotong umpan lawan dari 17 kali pertandingan. Angka itu jadi yang terbanyak di timnya.

Pemain kelahiran 3 Maret 1994 ini juga lihai dalam melakukan tekel. Setidaknya ada 46 tekel yang dimenangkan Castro pada ajang La Liga musim. Jumlah tersebut kalah tujuh angka dari Facundo Roncaglia yang punya tekel terbanyak di timnya.

Dua atribut defensive yang dipunya Castro cukup membuat sisi kanan Madrid kesulitan menembus pertahanan, terutama di sisi kiri. Pada akhirnya Madrid lebih banyak menekan lewat sisi kanan Celta melalui aksi Marcelo dan Cristiano Ronaldo.

Sementara itu, di kubu Celta, mereka banyak menyerang dari sisi kiri. Dua gol yang dicetak juga berasal dari sisi kiri atau menyerang sisi kanan Madrid. Castro yang banyak bergerak di area tersebut punya andil dalam memulai serangan hingga tercipta gol pertama, selanjutnya ia jadi tokoh utama di gol kedua bagi timnya. Castro pun menjelma jadi bintang di Bernabeu.

Sumber:sport.detik.com
Rubrik:Sport

Komentar

Loading...