Moskow:

Jet Rusia dan Koalisi AS Bersatu Bombardir ISIS di Suriah

FOTO | Sputnikesawat jet tempur Rusia yang menjalankan misi tempur di Suriah. Moskow klaim Rusia dan koalisi AS bersatu gempur ISIS di Suriah.
A A A

MOSKOW - Moskow membuat klaim mengejutkan, yakni pesawat-pesawat jet tempur Rusia dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) bersatu membombardir target ISIS di Suriah. Klaim itu disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia.

Hubungan Rusia dan AS rusak di level terendah ketika Washington dipimpin Barack Obama. Namun, Presiden baru AS Donald Trump berkomitmen ingin bersahabat dengan pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin sendiri menyambut komitmen Trump yang ingin pulihkan hubungan kedua negara.

“Komandan kontingen angkatan udara Rusia di Suriah menerima pihak Amerika, berkoordinasi pada target ISIS di Al-Bab, Provinsi Aleppo,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

”Dua pesawat (jet tempur) angkatan udara Rusia dan dua pesawat dari koalisi internasional (pimpinan AS) melakukan serangan udara terhadap situs teroris,” lanjut kementerian itu yang menambahkan bahwa serangan gabungan itu menghancurkan senjata dan bahan bakar target.

Namun, Departemen Pertahanan atau Pentagon AS membantah klaim Rusia itu. Kendati demikian, juru bicara Gedung Putih yang baru Sean Spicer kepada wartawan di Washington mengatakan bahwa Presiden Trump membuka pintu untuk melakukan operasi bersama dengan Rusia dalam memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah.

”Jika ada cara kita bisa memerangi ISIS dengan negara manapun, apakah itu Rusia atau orang lain, dan kami memiliki kepentingan nasional bersama dalam hal itu, yakin, kami akan mengambilnya,” kata Spicer, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/1/2017).

Rusia dan AS berseberangan dalam krisis Suriah. Rusia membela rezim Pemerintah Presiden Bashar al-Assad, sedangkan AS membela kubu oposisi atau pemberontak Suriah.

Moskow telah mengundang AS untuk ikut terlibat dalam perundingan damai Suriah di Astana, Kazahkstan. Perundingan untuk mendamaikan rezim dan oposisi Suriah itu ditengahi oleh Rusia, Turki dan Iran.

Sumber: sindonews.com
Rubrik: Dunia

Komentar

Loading...