Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Jenazah Rohingya Dimakamkan di TPU Kuta Blang Lhokseumawe

SAID AQIL AL MUNAWAR Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kutablang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
A A A

LHOKSEUMAWE - Khalimah (21), salah satu Imigran gelap yang meninggal dunia pada Selasa (8/9) kemarin telah disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kutablang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Rabu (09/08/2020).

Almarhumah merupakah etnis Rohingya yang mendarat di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe meninggal dunia di tempat Penampungan Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara di Desa Meunasah Mee Kandang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, tersebut pada Selasa (8/9) sekitar pukul 18.40 WIB.

BACA JUGA:Satu Pengungsi Rohingya Meninggal Dunia

Karena etnis rohingya beragama islam, Prosesi pemakaman dilakukan sesuai dengan ketentuan islam, Turut Hadir Ketua Penanganan Pengusi Rohingya, Ridwan Jalil, Humas Marzuki, Dan Para Petugas ACT, UNCRA, PMI, dan TNI POLRI, Serta Keluarga Almarhum Gadis Rohingya.

"Salah satu pengungsi rohingya yang meninggal dunia akibat sesak nafas di tempat penampungan sementara di BLK Lhokseumawe telah kita lakukan pemakaman, Alhamdulilah prosesnya berjalan lancar,"kata Drs Marzuki Juru Bicara Satgas Penanganan Rohingya melalui seluler.

Marzuki menjelaskan, pemakaman ini dilakukan di TPU Kuta Blang karena berdasarkan hasil musyawarah antara pihak penanganan Rohingya dan Pemerintah." Setelah kami lakukan musyawarah maka pemakaman dilakukan disini,"sebutnya.

Selain itu kata Marzuki, saat ini ada Empat pengungsi Rohinya yang masih dirawat di RSU Cut Meutia, Masih ada empat orang pengungsi saat ini sedang dirawat."ucapnya.

Sementara Jalaluddin Humas RSUD Cut Mutia, saat dihubungi secara tepisah mengatakan, empat warga rohingya yang masih dirawat di rumah sakit semuanya menderita dianosa penyakit sesak nafas atau yang disebut penemonia.

"Satu orang sudah sembuh dan sudah pulang ke camp pengungsian. Namun tiga pasien lagi kondisinya sekarang juga sudah membaik, Hanya butuh tiga hari kedepan lagi perawatan agar kondisi kesehatannya lebih baik lagi. Karena diagnosanya sakit sesak semua. Ini mungkin akibat Faktor makanan dan minuman saat berada dilaut,"ujar Jalal.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...