Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Jenazah Pasien Probable Dijemput Paksa Pihak Keluarga

SAMSUDDIN.
A A A

BENER MERIAH – Jenazah Saminar (50) warga Kampung Blang Rongka Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah dijemput paksa oleh pihak keluarga yang tidak terima almarhum akan dimakamkam secara protokol COVID-19. Minggu ( 30/8/2020).

Pihak keluarga meyakini Saminar menderita penyakit ginjal sehingga mereka mendatanggi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Munyang Kute guna menjemput jenazah Saminar untuk mereka bawa pulang dan dimakamkan tidak dengan protokol COVID-19.

Kekecewaan pihak keluarga Saminar semakin memuncak ketika pihak RSUD Munyang Kute tidak menyediakan ambulance untuk membawa jenazah tersebut, sehingga mereka membawa paksa jenazah Saminar dengan mengunakan mobil pribadi ke Kampung Blang Rongka.

Ari Mukti kepada wartawan mengatakan, bibik kami Saminar masuk ke RSUD Munyang Kute pada Sabtu (29/8/2020) dengan penyakit ginjal.

"Dan tadi siang Minggu (30/8/2020) bibik kami meninggal sekira pukul 14.00 wib," kata Ari Mungki.

Atas pelayanan RSUD Munyang Kute, pria yang akrab disapa Ucok itu merasa kesal, saat pihak keluarga akan membawa pulang jenazah untuk dimakamkan di Kampung Blang Rongka namun tidak diperbolehkan pihak Rumah Sakit dan juga tidak memfasilitasi ambulance untuk membawa jenazah.

“Kami beramai-ramai mendatangi RSUD Munyang Kute guna untuk menemui pihak RS dan menjemput jenazah bibik Saminar untuk segera di makamkan," tegasnya.

Sementara Hendra petugas Satgas Covid-19 Bener Meriah mengaku, pihaknya mendapat laporan bahwa pasien tersebut suspek untuk itu penangananya harus dilakukan secara prosudur keamanan protokol COVID-19 .

"Jika pasien meninggal karena suspek maka harus dilakukan tes swab karena prosedur COVID-19 . Tetapi pihak keluarga tidak terima dan membawa pulang jenazah Saminar untuk dimakamkan," katanya.

Kendati demikian, lanjut Hendra, pihkanya akan mendatanggi kediaman almarhum untuk meminta pertangung jawaban atas tindakan membawa pulang jenazah yang berstatus probable.

Sedangkan, Direktur RSUD Munyang Kute, dr Sri Tabahati kepada Keluarga pasien melalui via Handphone menyampaikan, saat masuk RS mengalami batuk, sesak serta mengeluh sakit bagian tengorokan, justru itu dilakukan pemeriksaan laboratorium sekaligus pemeriksaan poto thorax.

"Hasilnya kita jumpai adanya pneumonia di bagian paru sebelah kanan pasien dan juga hasil rapid test reaktif. Kami juga melakukan tes PCR dan hasilnya menunjukan kearah infeksi virus COVID-19 lantas kami memutuskan pasien tersebut dirawat di ruang isolasi COVID-19," jelasnya.

Menurut Sri Tabahhati, tadi pagi kondisi pasien memburuk dan mengalami sesak sehingga pihak RSUD memutuskan berencana untuk merujuk dan melakukan tes Swab untuk pasien.

"Saat dalam proses rujuk kondisi pasien semakin memburuk dan tadi setelah siang korban ahirnya meninggal dunia," ujarnya.

Setelah meninggal katanya, pihak rumah sakit berupaya untuk melakukan penangan secara protokol COVID namun pihak keluarga menolak." Kita juga menawarkan untuk dilakukan swab namun pasien juga menolak," sebutnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...