Destinasi Ziarah

Jejak Islam di Kampung Loloan Bali

FOTO | CNNBali
A A A

PULAU Dewata selama ini dikenal sebagai surga hiburan bagi wisatawan dunia. Dari hadirnya bar, klub malam, hingga klub pinggir pantai menjadikan destinasi ini terus disambangi traveler.

Meski begitu, bagi wisatawan muslim yang tengah mencari destinasi halal di Bali mungkin Anda bisa melipir ke Kampung Loloan, Jembrana. Tak banyak yang mengenal kampung ini, padahal kampung Loloan merupakan salah satu desa yang rata-rata masyarakatnya memeluk agama Islam dan memiliki mata pencaharian sebagai Nelayan.

Kehadiran kampung ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, bahkan saat zaman Belanda, dan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Desa Loloan, Negara, Kab Jembrana. Sebuah wilayah yang unik kalau dibaca dari berbagai literatur. Sebuah desa Muslim di tengah Kota Negara yang disamping memiliki sejarah panjang Nusantara, juga wujud toleransi di jamannya, sebuah desa di wilayah kerajaan Hindu kala itu. Secara desa ini masih utuh akan tradisi muslimnya, masyarakat mengelola karena nostalgia dan warisan. Tapi berharap pemerintah tidak membiarkan seperti auto pilot, mestinya mulai dibantu untuk dikelola sebagai daerah wisata misalnya. Saya selalu meluangkan waktu bersepeda di gang2nya dengan deretan bangunan panggung kayu, kadang menikmati es cendol daluman di sudutnya. Sebelum kampung ini menyublim, Saya perlu colek Bu @joanarcana siapa tau bisa disampaikan ke pihak berwenang. #desaloloan #jembrana #negarajembrana #loloantimur #kotanegara #kotanegarabali #msadesignconcept #desatua #heritagesite #desatradisional #oldvillage #kampungloloanbali #kampungmuslim #kampungmuslimbali

Sebuah kiriman dibagikan oleh Made Sutawijaya (@made_sutawijaya) pada


Desa ini dulunya dihuni oleh Suku Bugis, dan Melayu sehingga masyarakatnya hingga saat ini masih menganut agama Islam. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, awal mula adanya desa Loloan ini sejak tahun 1653, di mana saat itu para laskar-laskar Sultan Hasanuddin pergi ke muara Sungai ijo karena dikejar oleh Belanda.

Di sanalah mereka bersembunyi, dan hingga saat ini, banyak situs peninggalan bisa dilihat di sumur Bajo yang berlokasi di bibir pantai. Setelah itu, para suku Bugis juga berlabuh di Sungai yang sama, dan bermukimlah mereka di sana.

Jika wisatawan sempat menjelajah cobalah menengok makam Buyuk Lebai, yang merupakan seorang ulama besar di Malaysia dan makamnya pun kini juga dijadikan salah satu destinasi ziarah oleh para pelancong di negeri Jiran. Masih ada lagi situ sejarah peninggalan jejak Islam lainnya salah satunya Masjid Agung Baitul Qadim, dan benteng Fatimah.


Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...