Menelusuri,

Jejak Islam dan Indonesia di Afrika Selatan

FOTO | ISTIMEWA.
A A A

MENELUSURI jejak Islam dan Indonesia di Afrika Selatan tak bisa dilepaskan dari Bo-Kaap, sebuah pemukiman muslim yang berada di kaki bukit Signal, kota Cape Town, Afrika Selatan.

Tak cuma kaya sejarah dan budaya Islam dan Melayu, Bo-Kaap juga sangat cantik karena rumah-rumahnya berwarna-wani serta jalanannya berbatu. Cocok sebagai destinasi halal tourism.

Bo-Kaap dalam Bahasa Afrikaans berarti di atas Cape, mengacu ke lokasinya yang berada di atas kota Cape Town, tepatnya di lereng bukit Signal. Kawasan pemukiman yang mayoritas dihuni muslim Afrika Selatan ini pertama dihuni pada pertengahan abad ke-18 oleh para budak dan tahanan politik yang dibawa kesini oleh Belanda dari Indonesia, Malaysia, India dan Sri Lanka. Para budak dan tahanan politik ini kemudian menyebarkan Islam dan berperan membangun budaya Islam dan Melayu di Cape Town.

Area yang dulunya disebut sebagai Malay Quarter ini terkenal dengan rumah-rumahnya yang berwarna-warni sehingga terlihat sangat cantik. Rumah-rumah bergaya arsitektur campuran Belanda dan Georgian ini terlihat makin unik dan klasik dihiasi jalanan berbatu. Tak heran bila Bo-Kaap menjadi destinasi tujuan wisata di Cape Town dan selalu dipenuhi turis.

Saat politik apartheid dijalakan di Afrika Selatan, uniknya umat muslim Afrika Selatan berhasil bertahan hidup. Mereka tak diusir keluar dari Bo-Kaap seperti halnya kelompok kulit berwarna di kota lainnya. Bo-Kaap justru dinyatakan sebagai area umat muslim.

Tak cuma penuh dengan rumah-rumah cantik, Bo-Kaap juga kaya akan nilai budaya dan sejarah Islam dan budaya Melayu. Rumah tertua di Bo-Kaap kini dijadikan museum bernama The Bo Kaap Museums. Museum ini menceritakan kehidupan keluarga muslim melayu kaya yang dulu tinggal di Bo-Kaap serta menyuguhkan peninggalan budaya Islam.

Di Bo-Kaap juga terdapat Masjid Auwal yang merupakan masjid tertua di Afrika Selatan. Masjid ini didirikan pada tahun 1794 meski umat muslim Afrika Selatan baru diperbolehkan beribadah di area publik pada tahun 1804.

Seorang ulama dari Indonesia yang diasingkan di pulau Robben,Tuan Guru, menjadi imam pertama masjid ini. Beliau juga menuliskan kembali isi Alquran berdasar ingatannya. Alquran yang ditulis Tuan Guru hingga kini masih bisa dilihat di masjid Auwal.

Umat muslim tinggal di Bo-Kaap hingga saat ini. Mereka yang telah tiada dikuburkan di pemakaman Tana Baru yang berada di lereng bukit Signal. Di area ini juga terdapat makam-makam para tokoh muslim melayu yang berjasa menyebarkan Islam di Afrika Selatan.

Makam yang disebut Kramat ini menjadi tempat peristirahatan bagi Tuan Nuruman, Tuan Guru dan Tuan Sayeed Alawse. Kramat-kramat ini juga diziarahi oleh umat muslim.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Travel

Komentar

Loading...