Irigasi di Abdya

Jebol Akibat Diterjang Banjir

FOTO | ISTIMEWAIlustarsi
A A A

ACEH BARAT - Sebuah irigasi besar di Desa Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh jebol akibat diterjang banjir menyusul hujan deras yang melanda daerah itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Abdya, Amiruddin di Blangpidie, mengatakan, peristiwa hujan deras yang melanda wilayahnya sejak pukul 13.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB tersebut juga telah mengakibatkan sebuah jembatan permanen patah.

Jembatan yang menghubungkan antara Desa Rumoh Panjang dengan Desa Ie Mameh, Kecamatan Kuala Batee, tidak bisa dilalui lagi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, karena badan jembatan yang panjangnya sekitar 25 meter tersebut sudah amblas ke sungai.

Selain jembatan, tambah dia, banjir juga telah mengikis tebing sungai Krueng Tangan-Tangan hingga mengenangi pemukiman penduduk.

Sejumlah rumah masyarakat setempat yang berada berdekatan dengan aliran sungai tersebut terancam hanyut termasuk kuburan umum.

"Lokasi kuburan umum, dan sejumlah rumah warga Desa Bineh Krueng, di Kecamatan Tangan-Tangan terancam dibawa banjir. Karena aliran air sungai itu semakin meluas. Apalagi tebingnya sudah lebar dikikis banjir. Termasuk tebing sungai sungai Krueng Panto, Kuala Batee,"ujarnya.

Kemudian, kata dia, jembatan pulau kayu yang panjangnya sekitar 60 meter diatas bantaran sungai krueng Susoh yang menghubungkan jalan nasional antara Nagan Raya, dengan Kota Blangpidie, juga terancam amblas.

Aboutmen jembatan pulau kayu tersebut mulai dihantam banjir dan bila tidak segera ditangani dengan cara pemasangan batu gajah (pemasangan batu besar), maka dapat diprediksi jembatan tersebut akan ambruk ke sungai jika banjir susulan datang melanda.

Banjir yang melanda kabupaten Abdya tersebut tidak hanya merusak jembatan ataupun irigasi. Akan tetapi juga menyebabkan ratusan hektare tanaman padi terendam banjir, bahkan tidak sedikit pula tanaman petani dilahan sawah tertimbun kerikil sungai.

Disamping itu, banjir juga telah mengenangi rumah masyarakat, di Kecamatan Lembah Sabil, Manggeng, Tangan-Tangan, Kecamatan Setia, Kuala Batee, kecamatan Babahrot, saat ini sedang dibersihkan dari kotoran banjir.

"Banjir yang paling parah di Dusun Alu Diwi, Kuala Batee. Ratusan rumah warga di daerah itu digenangi air dengan ketinggian rata-rata satu meter lebih. Tempat tidur, dan peralatan rumah tangga mereka basah," tambah Amir.

Ia mengaku belum bisa memprediksi jumlah kerugian yang dialami oleh masyarakat Abdya terkait peristiwa banjir tersebut. Karena petugas penanggulangan bencana masih melakukan pendataan dilapangan.

"Tidak ada warga yang mengungsi dalam peristiwa ini, karena hujan cepat berhenti air banjir cepat surut. Walaupun begitu kita dari BPBK tetap siaga untuk memantau kawasan rawan banjir tersebut," demikian Amir.

Kode:47
Sumber:antara
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...