Sebanyak 2.303 calon pengantin di Aceh melaksanakan akad nikah sepanjang April-Mei 2020. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariat Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Hamdan MA. Menurut Hamdan, di tengah masa darurat Covid-19 dan pembatasan larangan akad nikah di luar KUA sejak April-Mei, tercatat 3096 pendaftaran nikah di KUA ----- Memasuki hari ke enam lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, puluhan pekerja bangunan dari Sumatera Utara mulai tiba di Kabupaten Bener Meriah. Hal itu disampaikan Ketua Tim Publik Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bener Meriah Zulkifli Burhanuddin saat dikonfirmasi awak media via seluler, Senin (1/6/2020) ----- Aksi pengerusakan Kantor Reje (Kepala) Kampung di Kecamatan Bukit kembali terulang, dimana sebelumnya dua kantor Reja Kampung di Kecamatan Bukit yakni Kampung Blang Tampu dan Blang Panas diobarak abrik masyarakat disana. Peristiwa itu juga dialami Kantor Reje Kampung Kute Kering Kecamatan Bukit, warga yang didominasi kaum ibu-ibu mengamuk dan memecahkan kaca jendela baigain depan, Senin (1/6/2020)

Jaringan Seluler Lelet Hambat Komunikasi Penanganan Bencana di Gayo

ANTARAReje (Kepala) Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Idrus Saputra menggunakan komunikasi handy talkie dalam penanganan bencana pasca banjir bandang menerjang wilayah desanya Rabu sore (13/5/2020)
A A A

BANDA ACEH- Jaringan seluler lelet sempat menghambat komunikasi penanganan dampak bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Rabu (14/5).

Koordinator Tagana Aceh Tengah Azmi mengatakan akibat terganggunya komunikasi via telepon seluler menyebabkan pihaknya sulit dalam menghimpun data akurat di lapangan.

"Gangguan komunikasi menyulitkan tim menerima data akurat," kata Azmi, Rabu malam.

Warga di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah juga mengeluhkan kondisi tersebut.

Hafiz warga Takengon mengatakan jaringan seluler Telkomsel khususnya untuk penggunaan paket data internet di daerah itu bahkan sudah terganggu sejak subuh Rabu dini hari.

"Subuh pas waktu sahur sempat putus total juga, saya kira saya kehabisan paket data, rupanya memang ada ganggunan," tuturnya.

Menurutnya jaringan internet juga dirasa lelet seharian dan akhirnya kembali putus total pasca bencana banjir bandang menerjang sejumlah desa di Aceh Tengah.

Kondisi ini disebut berlangsung hingga sekira pukul 22.00 WIB.

"Pasca banjir nelpon pun susah, sampai jam 10 malam baru bagus lagi, itu pun kalau untuk akses internet lelet, putus nyambung," ujarnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh warga di Kabupaten Bener Meriah. Sejumlah titik bencana longsor dan banjir bandang juga dilaporkan terjadi di daerah ini akibat intensitas hujan tinggi.

Diantaranya dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Bukit, Kecamatan Permata, dan Kecamatan Mesidah Bener Meriah.

Namun adanya gangguan jaringan seluler juga dirasa menyulitkan semua pihak dalam mendapatkan informasi cepat dan akurat tentang terjadinya bencana.

"Infonya di Bakongan juga (Ada banjir), tapi jaringan lagi lelet tidak dapat dihubungi," tutur Gona salah seorang wartawan di Bener Meriah dalam percakapan di grup WA komunitas Info BM.

"Apa Ada info banjir di cemparam atau bakongan apa ada korban rumah penduduk? Komunikasi lelet," timpal salah seorang anggota grub Fajarsyah Putra yang juga merasakan kesulitan dalam mengakses informasi terkini akibat gangguan jaringan seluler dan akses internet.

Warga menyayangkan jaringan komunikasi justru terganggu di saat-saat genting seperti terjadinya musibah bencana.

Warga lainnya Kiki mengatakan jaringan komunikasi atau akses internet memang kerap terjadi di Aceh Tengah atau pun Bener Meriah dalam waktu-waktu tertentu.

"Kalau gangguan jaringan memang bukan hal baru lagi, sering terjadi. Kita harapkan pihak Telkomsel di daerah ini sudah bisa berbenahlah dalam memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan," tutur Kiki.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...