Bangladesh,

Janjikan Repatriasi Rohingya Dikawal Bersama PBB

FOTO | AFPSejumlah warga pengungsi Rohingya menyeberangi Sungai Naf, Wilayah Teknaf, Bangladesh.
A A A
Untuk memastikan bahwa pemulangan ini sukarela, Bangladesh telah memasukkan ketentuan untuk melibatkan UNHCR (Badan Pengungsi PBB) dan organisasi-organisasi internasional yang relevan dalam keseluruhan proses pemulangan,

DHAKA - Bangladesh berusaha meyakinkan masyarakat internasional pada Minggu (21/1), bahwa rencana merepatriasi (memulangkan kembali) ratusan ribu pengungsi Rohingya akan dilakukan secara sukarela dan berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Dalam penjelasan kepada para diplomat asing, Menteri Luar Negeri Bangladesh Mahmood Ali, menegaskan bahwa operasi itu untuk mengembalikan sekitar 750.000 pengungsi dari Rakhine State.

“Untuk memastikan bahwa pemulangan ini sukarela, Bangladesh telah memasukkan ketentuan untuk melibatkan UNHCR (Badan Pengungsi PBB) dan organisasi-organisasi internasional yang relevan dalam keseluruhan proses pemulangan,” kata Ali dalam pertemuan di Dhaka, kemarin.

Rencana Bangladesh dan Myanmar untuk memulangkan para pengungsi, yang menghadapi situasi putus asa di kamp-kamp penampungan yang penuh sesak, akan dimulai dalam beberapa hari dan berlangsung selama dua tahun.

Namun, mereka telah berharapan dengan protes kemarahan dari para pengungsi Rohingya, dengan banyaknya korban trauma akibat aksi kekejaman militer Myanmar termasuk pembunuhan, pemerkosaan, dan serangan pembakaran di rumah-rumah mereka. Kelompok hak asasi manusia (HAM) dan PBB menyatakan proses repatriasi haruslah sukarela.

Kelompok HAM juga menyerukan keprihatinan atas kondisi di Myanmar, di mana banyak permukiman Rohingya telah terbakar habis oleh tentara dan massa dari warga Buddha. Pelapor khusus PBB, Yanghee Lee, saat ini sedang mengunjungi kamp-kamp di sebelah tenggara Bangladesh, tempat saat ini menjadi tempat tinggal sekitar sejuta minoritas Muslim Rohingya.

Ali menyatakan Bangladesh ingin memastikan bahwa kesepakatan repatriasi memfasilitasi pemulangan yang aman, sukarela, terhormat, dan berkelanjutan. Menurutnya, Myanmar akan melibatkan Palang Merah dalam proses tersebut, serta telah mengizinkan India, Tiongkok, dan Jepang untuk membantu membangun kembali rumah-rumah dan desa-desa di Rakhine.

Para diplomat Barat yang menghadiri acara penjelasan itu, menekankan kondisi aman sebagai syarat repatriasi. “Warga Rohingya yang saya temui di kamp tidak ingin kembali kepada situasi yang membahayakan mereka,” kata Duta Besar AS untuk Bangladesh, Marcia Bernicat.

“Mereka tidak ingin kembali dengan ketidakpastian. Dan apakah kita semua ingin mereka kembali kepada ketidakpastian. Sekali lagi, kondisi harus aman dan diterima,” kata Bernicat.

Mereka tidak ingin kembali dengan ketidakpastian. Dan apakah kita semua ingin mereka kembali kepada ketidakpastian. Sekali lagi, kondisi harus aman dan diterima,
Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...