Manfaatnya untuk Anak,

Jangan Remehkan Kekuatan Sentuhan Anda

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A
Efek terhubung atau connected itu bagaimana ibu dan anaknya bonding. Pertama kali menyentuh anak ada hormon yang keluar pada anak dan ibu. Ketika bersentuhan sebenarnya ada simbiosis mutualisme,

DEAR, Moms, kapan terakhir kali Anda memeluk atau sekadar membelai atau mengusap rambut buah hati Anda? Well, jangan remehkan kekuatan sentuhan seorang ibu pada anaknya.

Ya, meski terlihat sederhana, cara tersebut nyatanya berperan penting dalam pertumbuhan dan pembentukan karakter anak. Dituturkan oleh psikolog Vera Itabiliana, momen sentuhan ibu memiliki manfaat bagi ibu dan anak untuk membangun hubungan yang mendalam dan mengembangkan diri anak.

"Sentuhan ibu sehari-hari dilakukan dari mulai anak bangun tidur pasti ada kontak skin-to-skin. Meski terkesan lewat saja, tapi manfaatnya luar biasa," ujar Vera Itabiliana dalam jumpa pers NIVEA #SentuhanIbu di Main Atrium Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2017).

Dituturkan Vera, sentuhan ibu memberikan efek yang berbeda kepada si kecil. Yakni efek terhubung (comnected) dan relaxed.

"Efek terhubung atau connected itu bagaimana ibu dan anaknya bonding. Pertama kali menyentuh anak ada hormon yang keluar pada anak dan ibu. Ketika bersentuhan sebenarnya ada simbiosis mutualisme," papar Vera.

Berikutnya, adalah efek relaxed yang bisa membuat anak siap untuk belajar. Sentuhan positif yang diberikan pada anak akan membuatnya merasa dekat dengan orang di sekitarnya. Sehingga menunjang anak dalam proses belajar, membantunya mengatur emosi dan menjalin interaksi sosial.

"Sentuhan ini akan melepaskan hormon oksitoksin yang memiliki efek menenangkan sehingga mampu membuat anak terikat dengan ibunya. Ketika disentuh, hormon oksitosinnya sama agar anak terkoneksi dan relaxed, membuat nyaman. Ketika anak nyaman jadi siap belajar," tambah psikolog Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT-UI).

Vera menambahkan, tidak ada batasan seberapa sering ibu harus menyentuh anaknya. Bagi ibu hamil, meski belum memungkinkan untuk melakukan kontak skin-to-skin, 'sentuhan' dapat dihadirkan melalui suara atau mengelus perut.

"Bila anaknya sudah lebih besar, sentuhan bisa dengan merangkul bahu. Bisa pula melakukan negosiasi dengan anak terlebih dulu sehingga ibu dan anak sama-sama nyaman. Kalau sama-sama nyaman manfaat sentuhan akan keluar," tutup Vera.

Bila anaknya sudah lebih besar, sentuhan bisa dengan merangkul bahu. Bisa pula melakukan negosiasi dengan anak terlebih dulu sehingga ibu dan anak sama-sama nyaman. Kalau sama-sama nyaman manfaat sentuhan akan keluar,
Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...