Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Kepergok Warga

Jambret di Lhokseumawe Nyaris Dihajar Massa

ANTARAKepergok warga, jambret di Lhokseumawe nyaris dihajar massa
A A A

LHOKSEUMAWE- Pria berinisial MA (35) asal Aceh Timur nyaris menjadi bulan-bulanan warga setelah kepergok menjambret tas milik seorang wanita di jalan Waduk di Desa Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Senin (22/6) sore.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH di Lhokseumawe, Selasa, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB. Korban bernama Nila Wati (35) warga Kota Lhokseumawe saat kejadian sedang mencari kerang di Waduk Lhokseumawe dan memarkirkan sepeda motor miliknya di pinggir jalan.

"Korban yang sedang mencari kerang mendengar teriakan maling dan langsung mengecek sepeda motor miliknya. Ternyata benar saja tas sandang yang sebelumnya disimpan di dalam jok sudah tidak ada lagi,"kata Eko.

Kemudian, kata Eko, korban bersama warga sekitar berusaha mengejar pelaku yang berusaha kabur dengan masuk ke dalam waduk. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap warga dan nyaris diamuk warga.

Beruntung, saat kejadian sejumlah anggota Polsek Banda Sakti dan Koramil 16 Banda Sakti serta team URC Sat Sabhara Polres Lhokseumawe cepat datang ke lokasi kejadian, sehingga pelaku segera diamankan.

"Pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Banda Sakti, namun sebelumnya sempat dirawat terlebih dahulu di RS Bunga Melati karena mengalami luka pada kakinya saat berusaha kabur,"katanya.

Selain menangkap pelaku MA, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah tas sandang wanita warna cream yang berisikan satu unit HP warna hitam dan satu buah paspor milik korban.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 Jo Pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama enam tahun.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...