KIP Aceh Barat

Jadwalkan Penetapan Pasangan Terpilih

FOTO | ISTIMEWAKIP Aceh Barat
A A A

ACEH BARAT - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh telah menjadwalkan penetapan calon kepala daerah terpilih setelah menerima surat pemberitahuan tidak ada gugatan sengketa pilkada serentak 2017.

"Kita telah menerim surat dari MK dan KPU mengenai tidak digugatnya Pilkada Aceh Barat, sehingga tidak ada hambatan untuk melakukan penetapan calon terpilih. Insyaallah besok Kamis (16/3) di Aula Gedung SKB,"kata Ketua KIP Aceh Barat, Bahagia Idris, di Meulaboh, Rabu.

Ia menyampaikan, terkait perolehan suara hasil Pilkada 15 Februari 2017 di daerah itu telah diplenokan pada 22 Februari 2017 dan tidak lagi terjadi selisih suara sehingga sudah terlihat bahwa suara terbanyak diraih paslon H Ramli, Ms - H Banta Puteh Syam menjadi Bupati/Wakil Bupati Aceh Barat priode 2017-2022.

Bahagia Idris menyebutkan, pihaknya bekerja sampai dilantiknya kepala daerah terpilih, sebab masih ada rentang waktu sekitar lima bulan ke depan sampai berakhirnya kepemimpinan Aceh Barat priode 2012-2017 H T Alaidinsyah-Rachmad Fitri HD.

Dia mengatakan, untuk jadwal pelantikan sesuai dengan SK hasil koordinasi pihak legislatif dengan Pemerintah Aceh, pelantikan kepala daerah di Kabupaten/kota di Aceh tidak dilakukan serentak karena terbentur Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

"Setelah ditetapkan, kemudian dari penetapan itu menjadi dasar bagi DPRK melakukan rapat paripurna di DPRK dalam mengusulkan pengangkatan kepala daerah terpilih ke Pemerintah Aceh dan selanjutnya ke Mendagri,"sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, DPRK memiliki waktu lima hari kerja terhitung sejak hari diantarkan hasil penetapan yang dilakukan KIP tersebut, untuk seterusnya diusulkan pengangkatan Bupati/Wakil Bupati terpilih ke Pemerintah Aceh dan diusul ke Mendagri.

Bahagia menyampaikan, bila dalam proses pengusulan pelantikan nanti tidak dilakukan oleh legislatif, maka KIP sebagai pihak penyelenggara berkewajiban mengantarkan langsung hasil penetapan itu ke Pemerintah Aceh hingga Mendagri.

Disisi lain kata dia, tidak ada satupun yang bisa membatalkan pelantikan kepala daerah terpilih kecuali mendapat halangan tetap (meningal dunia) satu paket, sekalipun calon pasangan kepala daerah terpilih tersandung masalah hukum.

"Walaupun tersandung hukum tetap dilantik dengan status yang disandang, namun diberhentikan pada hari pelantikan itu juga. Kecuali kedua calon terpilih ini meningal keduanya, barulah kita usulkan urutan suara terbanyak kedua. Yang jelas tidak ada pilkada ulang,"katanya menambahkan.

Pilkada di Aceh Barat diikuti tiga paslon dengan hasil pasangan calon urut satu H T Alaidinsyah - H Kamaruddin memperoleh 48.201 suara, kemudian nomor urut dua paslon H Ramli, Ms - H Banta Puteh Syam memperoleh 52.538 suara, sementara paslon urut tiga Fuad Hadi - Muhammad Arif memperoleh 4.215 suara dengan total suara sah 104.954 suara sah.

Kode:47
Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...