Meski Bersitegang

Israel Ogah Bercerai dengan Turki

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A

TEL AVIV - Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan telah memutuskan untuk tidak memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Ankara. Kedua negara bersitegang pasca agresi Israel di Jalur Gaza yang menewaskan puluhan orang Palestina dan ribuan orang terluka.

"Setelah melakukan beberapa konsultasi, termasuk dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kami memutuskan untuk tidak memutuskan hubungan dengan Turki," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Hotovely.

"Turki adalah negara besar di kawasan itu, maskapai penerbangan kami melewati wilayah udara, kami berbagi hubungan bisnis bersama dan Turki memiliki komunitas Yahudi yang besar di sana yang membutuhkan cadangan Israel," katanya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (18/5/2018).

Meski begitu, Hotovely tetap menyerang presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Menurutnya, Erdogan adalah seorang tiran dengan tangan berlumuran darah.

Ini bukan kali pertama seorang menteri Israel menyerang Erdogan. Menteri Sains dan Teknologi Israel Ofir Akunis baru-baru ini menggambarkan Erdogan sebagai fasis yang membenci Israel.

Sementara Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Gilad Erdan, telah menyarankan untuk mengisolasi Turki dan mengungkap wajah anti-Semit dari Erdogan.

"Israel harus mengakui holocaust Armenia dan mengambil lima langkah dalam tindakan internasional melawan Erdogan dan Turki," kata Erdan.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...