Kakanwil:

Integritas Petugas Lapas Banda Aceh Dibawah Nol

FOTO | ISTIMEWALP Banda Aceh
A A A
Warga binaan yang ikut merusak juga ditindak tegas, dan petugas kita yang juga ikut melakukan perbuatan pidana, kami tidak berikan toleransi, jika memang harus diberhentikan apa boleh buat,

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Yuspahruddin menyebutkan integritas petugas Lapas Banda Aceh dibawah Nol.

Pernyataan tersebut tidak terlepas dari dugaan adanya keterlibatan Oknum sipir dalam kerusuhan di Lapas tersebut Kamis pekan lalu.

Apalagi pasca kerusuhan tersebut, sejumlah fakta juga terungkap ke publik, seperti adanya sel mewah untuk tahanan bos narkoba, ditemukannya narkoba jenis ganja dan sabu-sabu serta ketidakberadaan napi kelas kakap di dalam lapas saat terjadinya kerusahan.

Ia mengakui, banyak ketidaktertiban terjadi di Lapas itu dan sudah berlangsung sejak lama. Oleh karena itu Yuspahruddin sudah meminta kepada kepala Lapas yang baru untuk segera membuat skala prioritas terutama menertibkan agar tidak ada lagi warga binaan yang keluar masuk lapas secara illegal.

Yuspahruddin menegaskan petugas yang ikut melakukan perbuatan pidana tidak akan ditolerir. Oleh karena itu terkait adanya petugas yang terindikasi terlibat pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Warga binaan yang ikut merusak juga ditindak tegas, dan petugas kita yang juga ikut melakukan perbuatan pidana, kami tidak berikan toleransi, jika memang harus diberhentikan apa boleh buat,”ujarnya.

Yuspahruddin menambahkan, kepada pejabat Lapas Banda Aceh jika juga terindikasi terlibat akan diperiksa dan diberikan sanksi hingga pencopotan. Selanjutnya seluruh petugas Lapas dan pegawai Kemenkumham akan dilakukan assessment.

Terkait dengan oknum petugas yang terlibat dalam kerusuhan di Lapas itu diakuinya, yang bersangkutan padahal sudah tidak bertugas di Lapas, namun saat terjadi kerusuhan justru berada di Lapas.

Ia menyebutkan akibat kerusuhan yang berujung pada pembakaran perusakan di Lapas Banda Aceh pekan lalu, pihaknya menaksir terjadi kerugian hingga mencapai 2 Milyar.

Kode:47
Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...