Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Gelar Aksi Unjuk Rasa

Ini Tuntutan PKM kepada DPRK Bener Meriah

SAMSUDDINAksi unjuk rasa di depan gedung DPRK Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH - Massa aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Petani Kopi Menagis (PKM) mendatangi DPRK Bener Meriah untuk menyampaikan sebanyak 10 tututan, Senin (19/10/2020).

Adapun tuntutan mereka diantaranya, meminta kejelasan peran pemerintah dalam mengatasi harga kopi dimasa panen raya.

Perjelas janji Presiden Jokowi untuk membeli kopi Gayo. Perjelas pembangunan taman harmoni yang terbengkalai

Selain itu perjelas keberadaan Kartu Petani Mulia (KPM) disaat pendemi. Mendesak pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk membuat Qanun tentang kopi Gayo.

Mendesak pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk membatasi keberadaan zat kimia yang bisa merusak cita rasa dan kualitas kopi Gayo.

Mendesak Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk membuat Peraturan tentang penggunaan senapan angin yang dipergunakan untuk menembak Burung yang bermantaat bagi tanaman kopi.

Mendesak Pemerintah untuk duduk bersama dengan pihak rerkait dalam persoalan penebangan hutan untuk pembukaan lahan baru.

Mendesak Pemerintahan segera Menertibkan Keberadaan Rentenir. Dan Mendesak Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah untuk duduk bersama para pihak Koperasi Kopi dan para eksportir kopi gayo.

Koordinator aksi, Nasri Gayo menyampaikan, segenap masyarakat petani kopi, menyampaikan kepada Bupati Kabupaten Bener Meriah dan seluruh perwakılan rakyat di DPRK Kabupaten Bener Meriah.

Bahwa hampir 90 persen lebih masyarakat Bener Meriah adalal petani kopi yang sudah menggantungkan hidupnya pada pertanian kopi dari turun temurun sampai saat ini.

"Kami para petani kopi perlu perhatian yang serius dari para pemangku kebijakan di Bener Meriah ini jangan hanya berpungku tangan dan menikmati hasil dari komisi penjualan kopi kami tanpa memperhatikan kebutuhan kami sebagai petami kopi,"harapnya.

Hal itu mengingat beberapa bulan yang lalu ada usulan yang berkembang yang berasal dari Presiden RI, bahwa akan membeli Kopi Gayo senilai 1 triliun

"Maka kami mendesak kepada para pemangku kebijakan didaerah ini untuk segera menagih janji tersebut untuk mengatasi harga kopi disaat pandemik ini,"tegas Nasri.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...