Setelah Lakukan Medical Check-Up

Ini Makanan yang Sebaiknya Dapat Dikonsumsi

FOTO | ISTIMEWAIlustarsi
A A A

KESADARAN masyarakat untuk hidup sehat semakin meningkat. Banyak yang mulai rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Namun ada satu hal yang tidak boleh terlewatkan yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up secara berkala.

Biarpun tubuh terlihat sehat, tidak ada yang bisa menjamin bila kondisi di dalam tubuh aman-aman saja. Medical check-up penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi penyakit sejak dini. Terlebih ada beberapa penyakit kritis seperti jantung dan kanker yang terkadang tidak memiliki gejala khusus namun dapat menyebabkan kematian.

Kedua penyakit itu seringkali datang tanpa gejala. Kalau pun memiliki gejala, hampir mirip dengan penyakit umum. Di sinilah pentingnya medical check-up untuk melihat kondisi kesehatan yang sebenarnya. Paling tidak medical check-up dilakukan setahun sekali.

Sayang, berdasarkan hasil survei AIA Healthy Living Index 2018, baru 49% masyarakat Indonesia yang menjalankan medical check up. Mereka yang tidak menjalankan pemeriksaan beralasan merasa sehat, biaya yang cukup mahal, takut dengan hasil, menghabiskan banyak waktu, dan yakin tidak memiliki penyakit serius.

"Kalau dari segi medis, medical check-up harus dilakukan setahun sekali, terutama di atas 40 tahun. Tapi bagi mereka yang ada kondisi khusus, sudah memiliki penyakit sebelumnya medical check-up menjadi lebih sering. Bisa 6 bulan sekali," tutur dokter spesialis gizi klinis, dr Raissa E. Djuanda, M.Gizi, Sp.GK saat ditemui Okezone dalam konferensi media penjabaran hasil survei AIA Group, Kamis (6/12/2018), di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada saat melakukan medical check-up, tenaga medis biasanya akan memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan laboratorium darah (kadar hemoglobin, leukosit, gula darah, kolesterol, dan asam urat), fungsi hati, fungsi ginjal, serta kandungan urin. Selain itu, sebelum diperiksa biasanya pasien dianjurkan untuk berpuasa 8-10 jam untuk melihat kadar gula darah.

Setelah medical check-up selesai dilakukan, pasien baru diperbolehkan mengonsumsi makanan kembali. Tapi jenis dan porsinya harus diperhatikan.

"Makanan yang sebaiknya dikonsumsi yang cepat mengembalikan energi tubuh karena puasanya lama. Makanannya yang mengandung karbohidrat. Makan nasi pun enggak masalah tapi porsinya harus dibatasi, kalau berat normal bisa 3/4 cup," pungkas dr Raissa.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...