Pengumuman hasil seleksi terbuka Pimpinan Jabatan Tinggi Pratama (PJTP) mendapat sorotan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pasalnya, Pansel mengumumkan dua kali hasil yang lolos tiga besar masing-masing untuk enam JPT yang diseleksi yakni pada tanggal 30 Desember 2020 dan pengumuman kedua tanggal 18 Januari 2021. "Bahkan menurut Waladan, Bupati Bener Meriah telah dipermalukan oleh Sekda selaku Ketua Panitia seleksi terbuka PJTP terkait dengan kacaunya proses seleksi PJTP,"jelas Waladan melalui rilisnya yang diterima media ini, Rabu (20/1/2021).

Ini Kata Kadis Pendidikan Bener Meriah soal Dugaan Ijazah Palsu

SAMSUDDINKepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur
A A A

BENER MERIAH – Sejak Aktivis Gayo, Badri Linge mengungkap dugaanya beredarnya Ijazah palsu yang diduga digunakan oknum aparatur Kampung di Kabupaten Aceh Tengah bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah, hal tersebut terus mencuat.

Menurut Badri Linge, banyak aparatur Kampung di Kabupaten Aceh Tengah menggunakan dugaan ijazah palsu sebagai syarat perlengkapan administratif sebagai calon aparatur desa.

Hal itu diketahui pihaknya setelah berhasil menghimpun beberapa foto kopy ijazah paket B dan paket C yang dicurigai palsu.

Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur kepada wartawan, Rabu (13/1/2021) membenarkan, adanya dugaan Ijazah palsu bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah. Dan hal itu diketahui setelah adanya laporan dari mantan kabidnya bahwa berkas belangko (berkas) ijazah hilang dari ruang Kabid yang menangani Paket B dan Paket C

“Dulu almarhum kabid saya pernah menyampaikan terkait kehilangan berkas ijazah itu, sejak itu kita melakukan verfikasi setiap ijazah paket B dan paket C yang dilegalisir,"katanya.

Sejak itu, kita mendapatkan beberapa ijazah paket C dan B yang dilegalisir diduga tidak sesuai sehingga kita melakukan pencabutan ijazah tersebut.

“Hari ini saja kita sudah menahan dua ijazah yang diduga palsu, tadi ada dua orang ingin melegalisir ijazah, namun setelah kita sesuaikan nomor ijazah tersebut dengan data yang ada, nomor itu tidak sesuai dengan nama pemiliknya,"katanya.

Sukur menduga, kedua ijazah yang ditahan tersebut baru dimiliki beberapa bulan ini kendati ijazah tersebut merupakan ijazah tahun ajaran 2010.

"Tadi mereka mengaku ijazah tersebut meraka beli dari seseorang, memang blangko ijazah itu asli dan tanda tangan yang ada di ijazah tersebut merupakan tandatangan saya yang di scan dan stempelnya basah tetapi nama pemilik ijazah itu tidak sesuai," ungkap Sukur.

Dijelaskan Sukur, pihaknya sudah mewanti-wanti ada ijazah paket B atau paket C yang dilegalisir, akan kami pastikan nomornya apakah sesuai dengan DNT yang ada.

“Kita menemukan ijazah palsu yang telah dilegalisir dengan stempel basah. Tetapi tanda tangan saya discan. Karena saat di cek, nomornya itu tidak asli,”tukasnya.

Sejak kejadian itu, pihaknya sudah menahan belasan dugaan ijazah palsu tersebut dikantor Dinas Pendidikan Bener Meriah.

“Jikapun nantinya pihak kepolisian meminta ijazah ini sebagai bukti, maka akan kami berikan. Namun sejauh ini kita belum membuat laporan karena ini sudah menjadi ranah penegak hukum yang akan mengusut tuntas," terang Kadis.

Atas persoalan tersebut, Sukur mengaku dirinya korban sebab ada pihak yang telah memfitnahnya yang turut terlibat dalam pemalsuan ijazah palsu tersebut.

“Saya sudah screenshot (tangkapan layar) status salah satu akun facebook yang menyebut kalau saya menerima satu ijazah palsu dengan harga Rp5 juta. Nah dalam hal ini saya difitnah dan telah menjadi korban,” kata Sukur.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...