Predikat Paripurna RSU Meuraxa Terancam Dicabut,

Ini Kata Anggota DPRK Banda Aceh

FOTO | ISTIMEWAH. Isnaini Husda, SE | Anggota Komisi D DPRK Banda Aceh
A A A

Isu itu masih samar-samar, belum secara pasti, bila pelayanan tidak bagus tentu akreditasi predikat paripurna bisa dicabut,

H. Isnaini Husda, SE Anggota Komisi D DPRK Banda Aceh

BANDA ACEH - Akreditasi predikat paripurna RSU Meuraxa Banda Aceh terancam dicabut oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), pasalnya rumah sakit plat merah itu sedang dilanda banyak masalah, mulai dari hutang piutang hingga pelayanan yang terus menuai kritikan.

Isu pecabutan akreditasi predikat paripurna RSU milik Pemerintah Kota Banda Aceh sudah tersebar ke warga Banda Aceh.

Menurut H Isnaini Husda SE Anggota Komisi D DPRK Banda Aceh, masalah yang menimpa RSU Meuraxa Banda Aceh itu sedang selesaikan bersama Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, namun hingga kini belum selesai hingga saat ini.

Kini terdengar isu akreditasi predikat paripurna rumah sakit itu terancam dicabut.

“Isu itu masih samar-samar, belum secara pasti, bila pelayanan tidak bagus tentu akreditasi predikat paripurna bisa dicabut,” kata H Isnaini Husda diruang Paripurna DPRK Banda Aceh, Jumat 15 Desember 2017.

Sebelumnya diberitakan, dana penghargaan atau jasa pegawai Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh terancam tidak dibayar ke pegawai, pasalnya dana jatah untuk pegawai itu telah dialihkan untuk pembayaran utang rumah sakit itu.

Pengalihan dana jatah untuk pegawai itu dilakukan secara sepihak oleh manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh. Pengalihan dana itu tanpa sepengetahuan para pegawai.

Menurut salah satu pengawai Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh, jatah Remunerasi atau uang penghargaan dan jasa pegawai bulan Juni dan Juli 2017 belum terima, pasalnya dana itu dialihkan untuk membayar utang milik rumah sakit itu.

“Bulan Juni, kami memang terima remun. Tapi, sisanya 20 persen lagi tak dibayar. Kalau bulan Juli, total tidak dibayarkan dan remun jatah kami dialihkan untuk membayar utang rumah sakit. Sedangkan remunerasi Agustus 2017 informasinya akan dibayarkan minggu depan.

Kemungkinan besar itu juga tak akan dibayar,”kata tenaga medis yang tidak mau disebut namanya.

DPRK Banda Aceh sudah pernah mengingatkan manejemen RSU Meuraxa, agar Remunerasi tidak dipangkas, agar tidak menganggu pelayanan di rumah sakit itu.

“Remunerasi tidak dipotong, agar tidak terganggu pelayanan, ada solusi lain yang diambil bersama dengan dewan pengawas dan walikota Banda Aceh tentang masalah yang melilit Rumah Sakit Meuraxa, jangan mengorbankan para medis,” kata H Isnaini Husda SE.

Remunerasi tidak dipotong, agar tidak terganggu pelayanan, ada solusi lain yang diambil bersama dengan dewan pengawas dan walikota Banda Aceh tentang masalah yang melilit Rumah Sakit Meuraxa, jangan mengorbankan para medis,
Penulis:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...