Debat Kandidat

Ini Jawaban Para Kandidat Gubernur Aceh Soal Narkoba

ACEHIMAGE.COM | AK JailaniDebat kandidat calon gubernur Aceh
A A A

BANDA ACEH - Pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang kasusnya semakin banyak di Indonesia, termasuk di Aceh, menjadi salah satu isu yang dibahas dalam debat kandidat Gubernur Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis, 22 Desember 2016 malam.

Keenam pasangan calon gubernur memaparkan berbagai cara atau program untuk menanggulangi peredaran narkoba, mulai peningkatan pendidikan hingga mendukung eksekusi mati untuk bandar narkoba.

Berikut jawaban para kandidat gubernur Aceh terkait narkoba:

1. Tarmizi Karim-Machsalmina
Machsalmina: "Kita ketahui bahwa penanggulangan Narkoba di Aceh ni, merupakan narkoba nomor delapan secara nasional. Maka oleh karenanya perlu sejak dari pendidikan, baik umum dan agama terutama, untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan itulah salat, ......, Sehingga masyarakat mengetahui dengan adanya ..... Bahwa halal dan haram dan akan terjadi hal demikian..... "

Tarmizi Karim: "mungkin kami tambahkan bahwa, memang persis seperti apa yang disampaikan bapak calon Wagub tadi. Ini memang harus berlaku untuk jadi sebuah strata. Semua elemen hari ini, ee sangat intens sekali di dalam pemberantasan narkoba. Apalagi di Aceh kita. Maka kerjasama lintas sektor ini penting sekali dalam narkoba. Dan stake holder harus benar-benar dirangsang untuk pemberantasan narkoba ini."

2. Muzakir Manaf-TA Khalid
Muzakir Manaf: "Masalah narkoba, saya rasa disini perlu kita waspadai semua, dan perlu kita jadikan.. semua aparat...Tidak terkecuali. Karena Aceh adalah ...Kelautan..Laut. Jadi disitu semua aparat, semua masyarakat, harus kita awasi, karena datangnya narkoba dari laut, kebanyakan dari laut, dari pelosok-pelosok, dari kuala-kuala. Oleh sebab ini salah satu untuk kita cegah masuknya narkoba. Kemudian untuk pengedar, penyimpan dan juga pembuat, ini harus diberikan sanksi yang paling berat. Saya sependapat dengan Presiden Jokowi dengan menindaklanjuti (pengedar narkoba) dengan eksekusi mati."

3. Irwandi-Nova
Irwandi: "Aceh memang dikenal sebagai penghasil ganja. Ganja merupakan salah satu narkoba. Mungkin ini, terkait peraturan hukum perlu dicarikan alternatif bagi penanam ganja. Kami sudah pernah mengupayakannya, pada tahun 2010, dengan..... Satu NGO milik Kerajaan Thailand untuk memberikan alternatif kepada masyarakat penanam ganja untuk beralih menanam komoditas yang ...... Kedua Aceh ini berdekatan dengan Thailand dan Malaysia, dimana trafficking sangat kental dan sangat banyak anak muda Aceh yang terlibat dalam bisnis yang menguntungkan ini tapi haram, karena untuk itu kita minta penanganan hukum di laut dan di darat, juga kita butuh muzakarah ulama, karena untuk hukuman berat, misalnya hukum mati perlu muzakarah ulama, karena berlaku tadi jika dihukum mati dalam Islam adalah menimbulkan.... dan konflik. Saya kira dalam muzakarah ulama menyatakan bahwa.... penyalahgunaan atau penyelewengan narkoba, khususnya apa yang terjadi, itu menjadi darurat."

4. Zakaria Saman- T. Alaidinsyah
T Alaidinsyah: "narkoba itu ada secara nasional dan internasional. Itu bisnis yang menggiurkan. Oleh karenanya secara internasional, masing-masing kerjasama antarnegara untuk memutuskan mata rantai. Secara internal harus punya hukum yang tegas, terutama kalau tidak dibeking oleh para bekingan, dulu waktu... Untuk terus menjalankan tugasnya. Oleh karenanya, narkoba ini suatu kegiatan yang beking-bekingan, karena apa? Ada uang disana. Kalau ini tidak diputus mata rantai maka oleh karenanya kami proses pencegahan dan pemberantasan. Pencegahan apa? Penyadaran hukum. Pemberantasan, supaya terus ditegakkan, apa yang, pengedarnya, dihukum seberat-beratnya. Kemudian juga mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa narkoba ini akan membahayakan bagi generasi yang akan datang."

5. Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab.
Abdullah Puteh: "langkah pertama menurut saya adalah kerjasama, kerjasama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Kalau narkoba dengan BNN, kalau banjir dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Tentang narkoba ini, kita cari sebab soalnya kenapa. Sebab tentu saja, karena orang, bisnis...untung besar. Dan ternyata mata rantai ini terbanyak tetangga kita di Malaysia. Dan menurut informasi justru bahwa elit-elit Aceh menjadi juga geng atau mafianya. Karena itu dengan BNN kita mencari, tangkap dulu mereka, jangan tajam ke bawah tumpul ke atas. Itu yang pertama, jadi tidak ada pemimpin yang melakukan hal seperti itu. Kedua, kita tahu narkoba ini dilakukan anak-anak muda yang memang dia perlu pencaharian. Jadi sekali lagi lapangan kerja perlu diciptakan. Kalau tidak ada, maka .... Padahal anak-anak Aceh ini anak-anak beriman, anak-anak yang taat, tapi dia lakukan juga. Dia lakukan karena terpaksa, jadi lapangan kerja harus dibuka."

6. Zaini Abdullah-Nasaruddin
Zaini: "pertama sekali menyangkut pendidikan kepada yang melakukan itu sendiri pengetahuan umum yang menyangkut dengan komplikasi-komplikasi yang pada narkoba pada tubuh manusia. Kedua pendidikan agama, anak itu merupakan tanggung jawab orang tuanya untuk melihat anak-anaknya jangan sampai masih berkeliaran, azan masih duduk di tempat-tempat seperti warung kopi. Mereka harus pergi salat lima waktu sehari semalam. Menyangkut akidah dan akhlak, itu menyangkut dengan pendidikan agama tentunya melalui Badan Dayah dan pendidikan agama lainnya yang sudah ada di Aceh ini."

Nasaruddin: "pertama tingkat dari sumbernya. Sumber itu ada dua, kalau dari dalam kebun, kebun ganja sudah di dalam Aceh. Kita ganti kebun ganja ini dengan kebun-kebun produktif yang menghasilkan. Kedua kalau dari luar, dari luar kita harus mengantisipasi semua aparat negara, aparat pemerintah, darat laut dan udara, harus memerankan, perannya yang benar-benar dapat mencegah masuknya narkoba itu ke Aceh."

Sumber:portalsatu.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...