Anggota DPR Aceh Tarmizi SP mengancam akan melakukan mosi tidak percaya kepada pimpinan lembaga tersebut. Mosi tidak percaya dilakukan bila usulan hak angket terhadap plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah gagal dilanjutkan.

Ini Alasan GERAM Tak Cabut Gugatan

FACEBOOK SYAKYASyakya Meirizal saat menggelar aksi di depan kantor gubernur Aceh
A A A

BANDA ACEH - Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) mengaku tidak akan mencabut gugatan class action di Pengadilan Negeri Banda Aceh meskipun Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mencabut Surat Edaran Gubernur Nomor 540/9186 yang dikeluarkan pada tanggal 2 Juli 2020 tentang Program Stickering. Edaran itu dicabut per tanggal 15 Oktober, hari Kamis kemarin.

Juru Bicara Penggugat/Inisiator GERAM Syakya Meirizal kepada acehimage.com menyatakan memiliki beberapa alasan sehingga gugatan yang diajukan di Pengadilan Negeri Banda Aceh tidak dicabut.

BACA JUGA:Gugatan Terhadap Plt Gubernur Tetap Berlanjut

"Kita bukan cuma masalah mencabut SE-nya saja, tapi ada persoalan lain, seperti memita kepada Plt Gubernur untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh selama tiga hari berturut-turut melalui media massa, baik nasional maupun lokal," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga menuntut ganti rugi senilai satu trilyun kepada Plt Gubernur Aceh, yang menurut mareka (GERAM-red) dengan mengelurkan Surat Edaran No. 540/9186 tentang stickering telah merendahkan harkat dan martabat rakyat Aceh.

"Maka Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah wajib membayar,"tegasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...