Perusahaan Bus Sempati Star

Ingkar Janji dengan Korban Tabrak Beruntun

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

BANDA ACEH - Korban kecelakaan tabrakan beruntun antara bus Sempati Star dengan melibatkan tiga mobil dan satu becak barang pada 4 Februari 2018 lalu ,di kawasan Gampong Bithak, Kecamatan Cot Gle, Aceh Besar, meminta pihak kepolisian menahan kembali bus sempati star yang menabrak mereka, apa bila perjanjian yang sudah disepakati tidak ditepati.

Menurut salah seorang korban tabrakan beruntun itu merasa pihak perusahaan Sempati Star tidak bertanggung jawab biaya kerugian akibat tabrakan yang menurut korban bus itu dikemudikan oleh kernet bukan sopir.

Pemilik mopen sedan BMW, salah seorang korban tabrakan beruntun, Yusri, menilai perusahaan bus Sempati Star tidak komitmen atau melanggar perjanjian sesuai yang telah disepakati bahwa biaya kerusakan akan diganti sebesar 70 persen dari kerusakan, namun itu dilanggar.

"Saya menilai pengusaha Bus Sempati Star tidak profesional sebagai pengusaha, melanggar komitmen tidak bersedia membayar padahal sudah ada perjanjian damai," kata Yusri kepada Wartawan.

Yusri mengakui, dirinya telah melaporkan kembali ke Satlantas Aceh Besar agar Bus yang menabrak mobilnya di tahan lagi sebagai barang bukti, sebab dalam butir perjanjian telah disepakati jika butir pertama menggantikan kerusakan tidak disepakati maka korban akan menempuh jalur hukum, kata Yusri.

Saat ini mobil sedan BMW miliknya sudah dikirim ke Jakarta sebagai bengkel resmi dengan biaya yang dihabiskan mencapai kira - kira Rp. 235 juta, jika terus diparkir di bengkel dirinya akan dikenakan biaya tambahan dan dirinya merasa sangat dirugikan.

Yusri juga mengaku, dirinya sangat kecewa ketika dilaporkan biaya kerusakan kepada manajemen Sempati Star, pihak manajemen menolak untuk membayar karena menilai terlalu mahal dan pihak perusahaan Sempati Star hanya mampu membayar Rp20 juta, kata Yusri.

Sementara itu, ketika wartawan mendatangi kantor Sempati Star di kawasan Luengbata Banda Aceh, pihak manajemen diwakili Human Resource Developmen (HRD), Nurul, dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan yang ditanyakan wartawan, dikarenakan tidak punya wewenang hanya saja apa yang ditanyakan tetap saya sampaikan kepada pimpinan saya dan kebetulan pimpinan saya sedang berada diluar kota, jelas Nurul.

Penulis:Not
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...