Komisi IV DPRK Banda Aceh melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala Pukesmas di Kota tersebut. Pertemuan ini membahas penanganan COVID-19 yang terus merambah di ibu Kota Provinsi Aceh. Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara mengharapkan untuk daerah tersebut agar dilakukan pengadaan alat tes uji swab oleh Pemerimntah setempat. "Turut juga bertemu dengan direktur RSUD Meuraxa, dari pertemuan itu sangat banyak menemukan permasalahan baru, yaitu claster-claster baru yang terbentuk di Kota Banda Aceh," kata Tati Meutia Asmara kepada wartawan usai pertemuan dengan mitra kerja,Kamis (6/8/2020).

Inggris Kembali Cabut Kewarganegaraan Simpatisan ISIS

FOTO | CNN INDONESIAIlustrasi ISIS.
A A A

JAKARTA- Inggris mencabut kewarganegaraan simpatisan ISIS, Jack Letts atau biasa dipanggil "Jihadi Jack" yang kini ditahan di Suriah.

Jack Letts merupakan seorang mualaf dengan kewarganegaraan ganda Inggris-Kanada. Letts meninggalkan rumahnya di Oxfordshire, Inggris tengah pada usia 16 tahun dan bergabung dengan ISIS di Suriah dua tahun kemudian.

Keputusan pencabutan kewarganegaraan Jack ini telah disetujui mantan Perdana Menteri Theresa May dan Menteri Dalam Negeri Sajid Javid di akhir pemerintahannya sebelum mengundurkan diri pada awal Juli lalu.

Kemudian keputusan ini disahkan penerusnya, PM Boris Johnson dan Menter Dalam Negerii Priti Patel.

Namun juru bicara Kementerian Dalam Negeri menolak mengonfirmasi kasus ini. Dia menyatakan bahwa pihaknya tidak mengomentari kasus yang menyangkut individu.

"Keputusan untuk mencabut kewarganegaraan ganda berdasarkan saran dari kepolisian, pengadilan dan badan intelijen, serta informasi lainnya yang tersedia," ujarnya dikutip AFP.

Akan tetapi ia menambahkan bahwa keputusan tersebut merupakan salah satu cara mengatasi ancaman teroris dan menjaga keamanan negara.

Keputusan ini memicu kemarahan pemerintah Kanada. Dalam pernyataan resminya, pemerintah Kanda menyatakan kekecewaan atas keputusan sepihak pemerintah Inggris dengan melepas tanggung jawab tersebut.

Sementara laporan Britain's Mail menyebut tindakan ini dikhawatirkan menimbulkan konflik diplomatik antara Kanada dan Inggris di mana PM Kanada Justin Trudeau dan PM Boris Johnson akan bertemu di Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Perancis pekan depan.

Sedangkan orangtua Letts, dikutip dari The Guardian, mengaku kaget dengan keputusan tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan ITV News pada awal tahun, Letts telah mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Inggris.

"Saya bersalah. Saya pantas mendapatkan konsekuensinya. Tetapi saya ingin hal tersebut layak, bukan hanya hukuman sembarangan yang bebas di Suriah," ujarnya.

Hukum internasional telah melarang seseorang tidak memiliki kewarganegaraan. Namun Inggris memberlakukan peraturan pencabutan bagi pelaku teror yang memiliki kewarganegaraan ganda atau dapat mengajukan kewarganegaraan di negara lain.

Februari lalu, Inggris juga mendapat kritikan ketika memutuskan pencabutan kewarganegaraan Shamima Begum, remaja yang kabur ke Suriah lima tahun lalu, melalui surat resmi kepada pihak keluarga.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...