Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

WNI Dilaporkan Aman

India Dilanda Banjir

FOTO | REUTERSILUSTRASI BANJIR
A A A

JAKARTA- Sebanyak 244 orang dilaporkan meninggal dalam bencana banjir di Kerala, India. Kementerian Luar Negeri menyatakan sampai saat ini seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di India aman dan tidak terdampak banjir.

"Seluruh WNI aman," kata Pelaksana harian (Plh) Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, kepada CNNIndonesia.com melalui pesan Whatsapp, Kamis (15/8).

Judha menyatakan WNI yang berada di kawasan selatan India bisa mengontak Konsulat Jenderal RI di Mumbai jika mengalami kendala, melalui telepon +9123511678 dan hotline +918652546142.

Pemerintah India saat ini mewaspadai potensi banjir susulan. AFP melaporkan bahwa otoritas India memberi peringatan kepada warga Kerala untuk mewaspadai banjir akibat hujan lebat dalam 24-48 jam ke depan, terhitung mulai Rabu (14/8) kemarin.

Hujan lebat memang terus mengguyur empat negara bagian India, yaitu Kerala, Karnataka, Maharashtra, dan Gujarat selama sepekan belakangan.

Guyuran hujan tersebut menimbulkan banjir di berbagai penjuru, hingga membuat 1,2 juta orang terpaksa mengungsi di kamp-kamp penampungan yang disediakan pemerintah.

Kepolisian menyatakan kepada AFP bahwa korban meninggal di Kerala meningkat hingga 95 orang sedangkan 59 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, di Karnataka, Gujarat, dan Maharashtra masing-masing 58 orang serta 91 orang dinyatakan meninggal.

"Tim kami telah mengevakuasi 49 jenazah dari berbagai wilayah termasuk Sangli, Kolhapur, Satara, dan Pune. Sebagian besar penyebabnya tenggelam dan tertimpa reruntuhan tembok," ujar Komisaris Kepolisian Divisi Pune, Deepak Mhaisekar.

Mhaisekar mengatakan bahwa situasi saat ini sudah terkendali. Namun, jumlah korban tewas diperkirakan masih akan terus meningkat.

Pemerintah sebelumnya telah mengerahkan seluruh tentara dari angkatan darat, angkatan laut, serta angkatan udara untuk membantu petugas darurat dalam proses pencarian dan penyelamatan.

Tahun lalu, wilayah Kerala juga dilanda banjir terparah dalam hampir satu abad. Bencana itu menelan korban jiwa sekitar 450 orang.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...