Illiza Dinilai Mampu Melanjutkan Almarhum Mawardy Nurdin

DSC_0023
A A A

BANDA ACEH - Tokoh masyarakat menilai, kota Banda Aceh masih membutuhkan sosok yang mampu menggantikan sosok Almarhum walikota Mawardi Nurdin untuk melanjutkan pembangunan kota Banda Aceh sehingga semakin baik.

Sosok itu dinilai ada pada diri walikota nonaktif, Hj. illiza Sa’aduddin Djamal, pasalnya, pengalaman hampir dua periode mendampingi Almarhum Mawardi Nurdin, Illiza telah belajar banyak dari bapak pembangunan kota Banda Aceh itu.

Penilaian itu disampaikan tokoh masyarakat Gampong Neusu Aceh Marsidi Umar disela-sela kampanye dialogis calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh nomor urut satu itu di gampong neusu Aceh, Sabtu (21/01).

Marsidi menilai sosok ibu Iliza tidak jauh beda dengan sosok almarhum Mawardi Nurdin. Ia juga mengaku kagum dengan kekompakan kedua sosok ini hingga akhir hayat dari Almarhum Mawardi Nurdin.

“Dahulu Mawardi dengan Illiza sepasang yang sangat kompak sehingga kita bisa melihat pembangunan di kota Banda Aceh sangat luar biasa, karena mereka saling mendukung antara satu sama lain,”ujarnya.

Ia menambahkan sekarang saatnya kesempatan bagi warga kota Banda Aceh untuk melanjutkan kesuksesan Mawardi-Illiza memimpin kota Banda Aceh dengan mendukung pasangan Illiza-Farid.

“Dulu pak Mawardi adalah seorang lulusan tehnik, sekarang juga Illiza didampingi oleh seorang lulusan tehnik, maka saya bilang ini pasangan cocok dan sempurna,”katanya.

Selan itu ia juga mengaku bersama keluarganya konsisten untuk memilih pasangan calon yang diunggulkan pada Pilkada Banda Aceh itu. “Saya juga ajak masyarakat agar memilih pemimpin yang betul-betul memperjuangkan rakyatnya, memperjuangkan warga kota Banda Aceh dan membawa warga kota ini menjadi warga madani,”ujar mantan kepala Bappeda Simeulu itu.

Sementara itu Illiza dalam orasinya menyebutkan, pembangunan fisik dan infrastruktur perkotaan akan terus dilanjutkan, namun menurut walikota terbaik di Indonesia itu, yang jauh lebih penting adalah membangun manusianya.

“Karena ada yang menyebutkan bahwa pelaksanaan syariat Islam akan menghambat pembangunan, tapi hari ini Banda Aceh bisa buktikan, pembangunan infrastruktur bisa jalan bersamaan dengan gencarnya penegakan syariat,”ujarnya.

Illiza mengakui mendapatkan cobaan berat ketika harus melarang anak punk, mengecam keberadaan LGBT, bahkan melarang kegiatan-kegiatan seperti fashion show yang jauh dari moral Islam.

“Sampai pihak diluar negeri pun jumpai saya, protes, kenapa anak punk dilarang, saya bilang, kami ingin menyelamatkan mereka,”tambahnya.

Fotografer: AK Jailani
Sumber: Rel
Rubrik: Aceh

Komentar

Loading...