Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh Sulaiman SE menyarankan kepada eksekutif yang ingin menyusun panduan protokol kesehatan dalam rangka menyambut New Normal di Aceh agar memasukan sejumlah kebutuhan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan imunitas tubuh bagi masyarakat.

Sempat Protes

Ibu-ibu di Bener Meriah Mulai Jalankan Program Ketahanan Pangan

SAMSUDINPara ibu-ibu di Kampung Pondok Ulung sedang bergotong royong menanam ubi sebagai program ketahanan pangan dalam menghadapi skenario terburuk dampak Covid-19.
A A A

BENER MERIAH – Aksi ibu-ibu di Kampung Pondok Ulung Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah pada, Kamis (14/5/2020) malam memprotes progam ketahanan pangan dalam bentuk bibit dan pupuk yang bersumber dari anggaran dana desa sempat menghebohkan media sosial.

Dalam video yang diposting beberapa akun facebook, ibu-ibu di kampung Pondok Ulung meneriaki Camat Kecamatan Bandar Muktar yang datang ke kampung itu untuk menenangkan warga yang tersulut emosi akibat bantuan tak kunjung terealisasi di kampung tersebut.

Emosi ibu-ibu juga meluap lantaran, mereka menilai Reje Kampung mereka lambat dalam merealisasikan bantuan itu malah terkesan menurut mereka hanya asyik mendata dan mendata namun bantuan tidak terealisasi.

Menggunakan bahasa daerah (bahasa Gayo) para ibu-ibu itu meneriaki, Sen Sen Pak Camat, anak kami gere mangan pupuk urum kepile, bujenen mangan kepile. Pak camat kami gere mera pupuk, gere mera kepile, gere mare gadung. Kami sen-sen dan kemi gere mera oya geucik . (Uang-uang pak camat, anak kami tidak makan pupuk sama ubi jalar, kembung (masuk anggin ) makan ubi jalar, Pak camat kami tidak mau pupuk, tidak mau ubi jalar, tidak mau ubi kayu, kami uang-uang dan kami tidak mau itu Reje (Kepala ) Kampung kami.

Pada ungahan vidio tersebut juga, terlihat Camat Bandar Muktar yang didampingi Aparat TNI berupaya menenagkan ibu-ibu yang mengelar aksi untuk menolak bantuan ketahan pangan dalam bentuk bibit dan pupuk serta menolak kepemimpinan Reje Kampung disana.

Aksi protes terhadap bantuan ketahanan pangan

Camat Bandar, Muktar, kepada ibu-ibu menyampaikan, besok dirinya akan kembali lagi untuk menyelesaikan masalah ini “Apapun yang ibu minta, besok saya sampaikan dulu kepada Bapak bupati, kemudian sore saya akan kesinin lagi untuk menjelaskan pada ibu-ibu,"kata Camat Mukhtar.

Menurut pengakuan salah satu Warga dikampung Pondok Ulung, Inen Cici pada media ini, Minggu (17/5/2020) untuk saat ini ibu-ibu di Kampung Pondok Ulung sedang bergotong royong menanam ubi sebagai program ketahanan pangan dalam menghadapi skenario terburuk dampak Covid-19.

Dikatakan Inen Cici, setelah hari Jumat ( 15/5/2020) Camat Bandar, beserta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung ( DPMK ) dan perwakilan dari Dinas Pertanian memberikan penjelasan terkait program ketahan pangan yang berbentuk pupuk dan bibit ibu-ibu disana baru memahami dan menerima program tersebut.

“Sebelumnya masyarakat tidak paham, karena Reje Kampung tidak bisa menjelasan secara rinci mengenai program ketahanan pangan senilai Rp500 per KK karena masyarakat berasumsi itu uang," jelas Inen Cici.

Inen Cici menambahkan, hari ini, masyarakat sedang melakukan gotong royong menanam ubi jalar ada yang ditanam di kebun milik kampung (tanah umum ) ada juga yang ditanam dipekarangan rumah warga masing-masing.

Ibu-ibu sangat antusias bergotong royong menanam, tambah Inen Cici, karena mereka menyadari pentingnya program ketahanan pangan untuk mengantisipasi nantinya dampak terburuk jika Covid-19 itu berlarut-larut, hal itu setelah para ibu-ibu mendapatkan penjelasan yang memuaskan ibu-ibu dari jajaran Pemerintah daerah yang turun ke Kampung Pondok Ulung pada Jumat lalu.

Sebelumnya Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi menegaskan, untuk bantuan program ketahanan pangan senilai Rp500 ribu per KK dalam bentuk bibit dan pupuk diatur oleh masing-masing Reje kampung.

“Setiap keluarga di Kabupaten Bener Meriah nanti akan dibagikan Rp500 ribu per KK, dalam bentuk bibit dan pupuk, nantinya penyaluaranya akan diatur masing-masing reje kampung“kata Bupati beberapa waktu yang lalu.

Menurut Bupati Bener Meriah beberapa waktu itu, anggaran untuk ketahanan pangan mengacu pada surat edaran Menteri Desa ( PDTT) nomor 8 tahun 2020 dalam surat tersebut ditegaskan juga bahwa dalam pelaksanaan kegiatan di desa dilakukan dengan pola padat karya tunai desa ( PKTD).

"Jadi, untuk bantuan program ketahanan pangan itu akan diplot dari anggaran dana desa,"ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...