Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Mobil Ambulance Terporosok ke Parit

Ibu Hamil Terkonfirmasi Positif Corona Dibawa kabur

ISTIMEWAKondisi mobil ambulance yang mengalami kecelakaan tunggal di Padang Tijie, Kabupaten Pidie
A A A

BENER MERIAH - Seorang pasien terkonfirmasi positif COVID-19 berinisial ER dibawa kabur oleh keluarga setelah ambulance yang membawa pasien tersebut rujuk dari RSUD Munyang Kute ke RSUZA Banda Aceh terperosok masuk parit di kawasan Padang Tijie Kabupaten Pidie, Selasa (6/10/2020) pagi sekira pukul 05.00 WIB.

ER merupakan warga Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah yang sedang hamil tua. Hingga saat ini petugas belum mengetahui keberadaan pasien tersebut.

Direktur RSUD Munyang Kute, dr Sritabahhati saat di konfirmasi wartawan di ruang kerjanya membenarkan peristiwa itu. “Iya, benar telah terjadi kecelakaan tunggal mobil ambulance yang masuk parit membawa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kondisi hamil 9 bulan,"ujar Sritabahhati.

Menurut Sri, dalam peritiwa kecelakan itu tidak ada korban jiwa, hanya saja salah seorang petugas kesehatan mengalami bengkak tangan yang tengah menjalani perawatan di RS Sigli.

Dikatakan Direktur RSUD Munyang Kute, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan RSUZA dan beberapa tempat pelayanan kesehatan mulai sepanjang Sigli hingga Banda Aceh apabila ada pasien ER datang di koordinasikan karena pasien tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

Sri mengungkapkan, ia sendiri baru mengetahui peristiwa itu sekitra 05.46 dari WA grub daN langsung berkoordinasi dengan PSC 119 Kabupaten Bener Meriah dan mereka juga koordinasi dengan PSC disana untuk melacak keberadaan pasien yang kabur.

Direktur RSUD Munyang Kute, dr Sritabahhati

Kepada wartawan, Sri membeberkan, pihaknya baru mengetahui pasien itu terkonfirmasi positif COVID-19 yaitu kemarin, dimana ER datang ke RSUD Munyang Kute karena sudah sampai TTP (Tafsiran tangal Persalinan) dan langsung diskusikan pada timnya Covid-19.

"Di RS disitu ada dr Arwin sebagai dokter kebidanan dan penyakit kandungan. Menurut protokol penanganan pasien hamil yang terkonfirmasi posif itu harus dilakukan sekseio (operasi) terus melihat kondisi pasienya belum impantu belum ada tanda-tanda melahirkan kita masih punya waktu untuk merujuk pasien ke RS yang sudah punya fasilitas kamar operasi Covid (Kopa Covid),"papar Sri.

Lalu pihak medis, kata dr Sri melakukan koordinasi dengan RSUD Zaenol Abidin Banda Aceh dan mereka asese (izinkan). Sementara konfirmasi ke pihak keluarga baru mensetujui akhirnya jam 01.00 pagi baru pasien dirujuk.

“Kita kemudian koordinasi dengan PSC untuk menyampaikan informasi ke Puskesmas sepanjang Sigli sampai Banda Aceh kalau ada pasien tersebut yang mampir ke puskesmas atas nama ibu itu mohon dikondisikan pasien itu terkonfirmasi positif Covid-19,"kata direktur RUSD Munyang Kute.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...