Kasus peredaran ijazah palsu yang diduga berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan bom waktu bagi oknum pelaku. “Bagi oknum pelaku kesalahan ini adalah bom waktu, karena kasus yang terbongkar hari ini adalah merupakan ijazah beberapa tahun lalu, dan saat ini sudah ditangani penegak hukum," kata Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga pada saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2021) “Hari ini kebetulan ditangani oleh pihak berwajib kita berikan ruang kepada mereka agar persoalan ini jangan timbul multi tafsir," ujarnya.

Hotel dan Restoran di Banda Aceh Terima Dana Hibah Pariwisata

IKHSANPenyerahan dana hibah Kemenkraf RI untuk Hotel dan Restoran di Kota Banda Aceh, tahun anggaran 2020 oleh Wali Kota Banda Aceh.
A A A

BANDA ACEH - Sebanyak 42 pemilik hotel dan restoran di Banda Aceh menerima dana dana hibah Kemenkraf RI. Dana hibah ini merupakan cara pemerintah dalam memulihkan sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar SSos MSi menyampaikan dana pemulihan ekonomi di sektor perhotelan dan restoran yang diterima di daerah tersebut sebesar Rp4,5 Milliar.

Namun, dari total Rp4,5 Milliar hanya 70 persen diantaranya yang diperuntukan (dihibahkan) untuk hotel dan restoran.

"30 persen lagi, untuk Pemerintah daerah, yang digunakan untuk menangani pandemi COVID-19," kata Iskandar pada acara penyerahan dana hibah di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Rabu (9/12/2020).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar saat menyampaikan sambutan pada acara penyerahan dana hibah untuk hotel dan restoran

Sementara Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yang membuka langsung acara tersebut mengatakan, dana hibah yang diterima pihak hotel dan restoran hari ini tidak datang dengan sendirinya.

"Melainkan berkat kerjasama dengan berbagai pihak, tidak terkecuali Pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata terus berupaya menyampaikan persoalan ini kepada Kementrian," kata Amin.

Ungkapan Wali Kota Banda Aceh ini dapat dibuktikan, dimana tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan dana "segar" ini.

"Di Aceh hanya Kota Banda Aceh dan Subulussalam saja. Dan hotel dan resto yang menerima (dana hibah) ini sudah lulus verifikasi, mereka membayar pajak,"ujar mantan Dirut Bank Aceh itu.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yusri dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemerintah Kota Banda Aceh.

"Terimakasih yang sebesarnya. Sehingga kami Alhamdulillah kami mendapat berkah. Dari sekian ratus kabupaten kota di Indonesia, kita bisa masuk. Alhamdulillah berkat perjuangan pak Wali Kota dan jajarannya," ucap Yusri.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...