Jelang Lengser

Hiruk Pikuk Pemutasian Doto Zaini

FOTO | ISTIMEWAPelantikan SKPA
A A A

BANDA ACEH - Belasan pria yang memakai baju berwarna hijau telah mengamankan koridor lantai 1 ruang Serbaguna, Setda Aceh sejak pukul 16:30 WIB.

Mereka terlihat bersahaja dengan balutan pakaian serba kehijauan itu. Tidak ada senjata api atau pisau yang tersangkut di pinggang mereka.

Waktu terus berjalan dan menunjukkan pukul 17:00 WIB. Hari itu, Jumat 10 Maret 2017, para lelaki itu masih di tempatnya. Terkadang mereka mengajak rekannya yang juga memakai baju serba hijau untuk berbicara. Ada yang terlihat mulai bersender pada tiang penyangga karena menunggu acara tak kunjung dimulai.

"Jam berapa kira-kira dimulai acara ini?," tanya lelaki itu pada seorang wartawan yang lewat.

"Dijadwalkan jam 5, tapi ya seperti ini sampai sekarang belum mulai. Kayaknya jam 6," jawabnya.

Lelaki yang memakai baju kehijauan itu menganggukan kepala dan menyadari bahwa keterlambatan adalah hal yang sering terjadi dan telah menjadi kebiasan lama yang tidak bisa ditinggalkan.

"Sudah berapa kali menjaga acara mutasi seperti ini?," tanya wartawan.

"Sudah tidak terhitung lagi karena sebegitu banyaknya," ujar pria itu.

Di sisi lain gedung para awak media juga sudah menunggu bahkan lebih lama dari para lelaki yang memakai baju hijau itu. Bisik-bisik kabar pemutasian yang akan dilakukan Abu Doto sayup terdengar dari mulut mereka.

"Kenapa harus dimutasi, kan Doto hampir lengser?," kata seorang jurnalis.

"Entahlah," jawab yang lainnya, enggan beragumen terkait persoalan itu.

Jam 17:30 para awak media dan sejumlah pria yang memakai baju kehijauan yang diketahui adalah Satpol PP mulai bergegas meninggalkan koridor dan menuju lokasi acara yang terletak di lantai dua gedung itu.

Mantan Kabiro Humas Setda Aceh Frans Dellian yang juga sebentar lagi akan dilantik menyapa awak media. Para wartawan memanfaatkan momen itu untuk bertanya bocoran tentang pemutasian.

"Bocorannya 30 orang. Tapi kita belum dapat draftnya," kata Frans.

Para pejabat yang akan dilantik telah berhadir di dalam gedung dan telah menempati tempat duduk yang telah disediakan. Terlihat mereka begitu rapi dibalut jas, raut bahagia terlihat dari wajah mereka.

Di deretan kursi lainnya para istri pejabat yang hadir di acara itu juga terlihat begitu anggun dibalut celak dan bedak yang mewarnai wajah mereka.

Namun Abu Doto panggilan akrab Zaini Abdullah yang akan melantik tak kunjung datang hingga azan magrib berkumandang.

Belum diketahui penyebab Abu Doto terlambat melantik. Para pejabat dan tamu undangan yang hadir mulai bergegas meninggalkan ruangan untuk melaksanakan shalat maghrib. Jauh dari luar ruangan itu, pemberitaan tentang pemutasian yang akan dilakukan Abu Doto dinilai tidak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Para netizen juga menilai bahwa pemutasian yang dilakukan Doto disebabkan karena bisikan orang terdekatnya.

Mereka menganggap bahwa pemutasian yang dilakukan Doto ibarat menjilat ludah sendiri karena beberapa hari sebelumnya, Doto Zaini pernah menggatakan,isu pemutasian hanyalah berita angin.

Meskipun isu tidak sedap telah berhembus, Abu Doto resmi melantik 33 pejabat eselon 2 di lingkungan pemerintah Aceh itu usai maghrib.

Pelantikan itu menuai kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya DPR Aceh. Ketua Banleg DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky, ia menilai pemutasian yang dilakukan Doto Zaini tidak etis, kebijakan yang diambil pada Jumat (10/3/2017), juga akan terhalang dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara ini.

“Mutasi kemarin malam sungguh di luar dugaan. Beberapa nama yang punya kinerja bagus diganti, sementara yang bermasalah justru dipertahankan dan ada yang dipromosikan kembali. Saya sangat menyesali ini. Selain sangat tidak etis, langkah Abu Doto juga pasti akan terhadang oleh UU Nomor 10 tahun 2016 dan Permendagri Nomor 73 Tahun 2016,” ujarnya, Sabtu 11 Maret 2017.

Sumber:mediaaceh.co
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...