Bea dan Cukai Aceh

Hibahkan 80 Ton Bawang untuk Masyarakat

FOTO | AK JAILANIKepala kantor Wilayah DJBC Aceh, Roni Rosfiyandi
A A A

Kalau kita fikir sayangm memang sayang, ada gula yang kita rusak, beras kita rusak, tapi kita harus lihat ada pabrik gula mungkin yang sedang tumbuh, atau industri beras, tapi kalau bawang kami melihat tidak berdampak pada persaingan para pedagang, sehingga kita hibahkan, jadi sementara masih bawang

Roni Rosfiyandi Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh

ACEH - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh menghibahkan sebanyak 80 ton bawang merah hasil sitaan dari sejumlah kegiatan Bea dan Cukai, kepada pemerintah daerah di Aceh selama tahun 2018.

Hal demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Roni Rosfiyandi pada kegiatan haba rakan bea dan cukai, kaleideskop bea dan cukai Aceh tahun 2018, Selasa (15/01).

Roni mengatakan, sejauh ini baru bawang merah saja hasil sitaan yang dihibahkan, sedangkan sitaan lain seperti gula dan beras tidak dihibahkan karena dikhawatirkan bisa mengganggu industri lokal.

Lihat postingan ini di Instagram

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Pak Ronny

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

“Kalau kita fikir sayangm memang sayang, ada gula yang kita rusak, beras kita rusak, tapi kita harus lihat ada pabrik gula mungkin yang sedang tumbuh, atau industri beras, tapi kalau bawang kami melihat tidak berdampak pada persaingan para pedagang, sehingga kita hibahkan, jadi sementara masih bawang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, potensi penyeludupan barang illegal ke Aceh masih cukup tinggi dikarenakan masih banyak pelabuhan yang tidak terdeteksi di perairan Aceh. Namun kata dia jika masyarakat sudah sejahtera secara ekonomi, maka praktek tersebut tidak akan terjadi lagi.

Roni mengakui, saat ini daerah yang menjadi fokus pemantau dari bea dan cukai Aceh adalah Langsa dan Lhokseumawe, karena kepantingan orang diluar Aceh sangat tinggi dikawasan tersebut.

Lihat postingan ini di Instagram

Penjelasan Kakanwil Bea Cukai Aceh @kwbcaceh

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Roni menambahkan selama tahun 2018 Bea dan Cukai Aceh juga telah melakukan penindakan sebanyak 372 kali penindakan. Termasuk di dalamnya penindakan terhadap 16.820 batang rokok illegal, 180 bungkus rokok illegal, 88 kg metamphetamine, 30.000 butir ekstasi, dan 20.000 butir happy five.

Selain itu kata dia, Bea dan Cukai merupakan instansi di bawah Kemenkeu yang bertanggungjawab mengumpulkan penerimaan negara. Penerimaan yang berhasil dicapai oleh kanwil BC Aceh pada tahun 2018 sebesar Rp87.376.989.095 yang terdiri dari bea masuk sebesar Rp 11.319.437.000, bea keluar Rp61.173, penerimaan pabean lainnya sebesar Rp2.757.870.000, serta PPN Rp33.803.634.432, PPh Impor sebesar Rp11.418.184.109, dan PPh Ekspor Rp28.077.802.381. Nilai ini diantaranya diperoleh dari kegiatan ekspor dan impor di wilayah Aceh.

Kode:47
Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...