Debat Kandidat Pilkada 2017

Harapan Cagub untuk Aceh

ACEHIMAGE.COM | AK JailaniDebat Kandidat Cagub Aceh
A A A

ENAM pasangan calon gubernur Aceh telah menyampaikan program dan visi misi masing-masing dalam debat publik yang berlangsung di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Kamis (22/12) malam. Masing-masing kandidat beradu argumen dalam menyampaikan strategi membangun Aceh.

Pada intinya, mereka berharap masyarakat Aceh memilih mereka pada hari pencoblosan yang berlangsung 15 Februari 2017. Muncul pula pendapat, di tengah melimpahnya uang yang mengalir ke Aceh, kehidupan masyarakat Aceh masih jauh dari kesejahteraan jika tidak mau disebut masih tertinggal. Mutu pendidikan masih rendah, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat, sementara lahan tidur masih luas.

Para Cagub/Cawagub pun sepakat, perlu sebuah terobosan yang nyata dari pemimpin Aceh. Sehingga, pemuda-pemudi Aceh tidak terpengaruh dengan narkoba yang saat ini sedang mengancam Aceh.

Harapan tersebut disampaikan para pasangan calon gubernur Aceh dalam closing statement (keterangan penutup), di mana masing-masing pasangan calon mendapatkan waktu selama 1 menit. Berikut rangkumannya:

Tarmizi A Karim-T Machsalmina Ali:
Kami bertekad untuk bersama rakyat Aceh maju dan memenangkan Pilkada 2017. Kenapa, karena kami berpikir bahwa harus membangun sebuah Aceh baru, yaitu Aceh yang jaya dan sejahtera dengan beberapa tekad yang sudah kami ungkapkan tadi bahwa sudah tidak ada jalan lain. Saya akan memberikan kepada mereka jaminan-jaminan kesejahteraannya. Petani-petani akan saya berdayakan, saya gratiskan pupuk untuk petani-petani miskin dan juga dengan pendidikan, juga perempuan, dan semua aspek lainnya. Itu yang kita katakan Aceh baru, bukan menutup Aceh yang sudah ada, tetapi Aceh yang sejahtera, jaya, bermartabat dalam nilai-nilai Syariat Islam.

Zakaria Saman-T Alaidinsyah:
Lon meuhajat bak droenneuh, pilkada karap toe, jadi bek tuwo-tuwo, bek tumakat tumakot, hana soe intimidasi beh, meunyo na lapor polisi, bah jidrop. Soe yang galak droen neupileh, tapi beuneuingat, ilong han tom lon duek keu gubernur. Semua sudah dipilih (pernah) jadi gubernur, sekarang tinggal lagi Apa?. Jadi masalah jinoe, bek le publoe mie lam umpang. Jadi meunyo neupileh lon karena Allah, meunyo neupileh lon Alhamdulillah, han neupileh lon, lon kameunang, han le lon peureumeun. Lon jak woe u gampong, lon duek-duek keudroe, lon poet poet droe.

(Saya berhajat pada semuanya, pilkada sudah dekat., jangan lupa dan jangan takot, tidak ada yang intimidasi. Kalau ada yang intimidasi lapor polisi biar ditangkap. Siapa yang Anda suka silakan pilih, tapi ingat, saya belum pernah jadi gubernur, yang lain sudah. Sekarang jangan lagi jual kucing dalam karung. Jadi kalau pilih saya karena Allah, kalau saya terpilih Alhamdulillah. Kalau tidak terpilih, saya juga sudah menang, tidak akan ada beban lagi. Saya akan pulang kampung, santai-santai di rumah).

Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab
Saya berjanji kepada masyarakat bahwa komitmen saya sesuai visi misi, akan membebaskan masyarakat Aceh dari kemiskinan adalah jaminan saya dalam tiga tahun. Begitu juga pengangguran saya akan selesaikan dalam tiga tahun dengan memberdayakan semua lahan Aceh untuk dibuat perkebunan dan industri. Dengan demikian Aceh akan segera meninggalkan negeri pertanian tradisional menjadi negeri dengan industri yang maju. Dan karena itu, kita berdayakan juga semua pemuda Aceh, kita berdayakan semua wanita Aceh, kita berdayakan semua cendikiawan Aceh. Saya berjanji kita bekerja sama memberdayakan ulama kita sebagai payung Aceh, supaya kita ada arah.

dr Zaini Abdullah-Nasaruddin
Saya Zaini Abdullah dan Nasruddin, pasangan nomor 4 menyampaikan kepada forum ini dan rakyat Aceh, periode pertama saya memimpin Aceh telah banyak mencapai keberhasilan. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan, pengangguran, dan inflasi menurun dari tahun 2011 sampai tahun 2016. Sedangkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) ataupun income perkapita meningkat. Izinkan kami memohon doa dan dukungan daripada para ulama, pejuang, guru, petani, nelayan, mahasiswa, kaum perempuan, korban konflik, para usahawan, profesional, dan seluruh rakyat Aceh untuk melanjutkan kepemimpinan Aceh Mari kita bersatu untuk berjuang meraih kemenangan.

Muzakir Manaf-TA Khalid
Rakyat Aceh telah berjuang untuk kesejahteraan dan kemakmuran selama puluhan tahun. Ribuan nyawa telah berkorban dalam perjuangan tersebut. Alhamdulillah, Allah telah menunjukkan jalan terbaik bagi Aceh melalui perdamaian MoU Helsinki. Kami para pejuang telah rela meninggalkan perjuangan bersenjata demi mendukung perdamaian.

Ohlheuh nibak njan, kalheuh kamoe dukong pembangunan Aceh limong thon di miyub pemimpin syedara geutanyoe Bang Irwandi Yusuf dan limong thon lon peungon Doto Zaini. Na kemajuan, tapi matong juoh dari harapan perjuangan. Jinoe katrok masa, lon selaku panglima lon dong kedroe cok kepemimpinan Aceh demi tapuwoe keulayi marwah Aceh dan talanjutkan cita-cita perjuangan rakyat Aceh.

(Setelah itu, kami sudah mendukung pembangunan Aceh lima tahun di bahwa kepemimpinan Irwandi Yusuf dan lima tahun saya menemani Doto Zaini (Zaini Abdullah). Ada kemajuan, tapi masih jauh dari harapan perjuangan. Sekarang sudah tiba masa, saya selaku panglima harus mengambil alih kepemimpinan Aceh, demi mengembalikan marwah Aceh dan melanjutkan cita-cita perjuangan Rakyat Aceh).

Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah
Aceh ke depan harus dipimpin oleh orang yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat, serta mampu mewujudkan Aceh menjadi provinsi yang bisa mengubah tatanan masyarakat menjadi lebih baik dari sekarang ini. Dan pemimpin yang tidak hanya menjual janji, tapi mengantarkan bukti. Dan orang itu yang layak, hanya yang pernah membuktikan lima tahun memimpin Aceh dengan terobosan-terobosan yang top di tingkat nasional, JKA, BKPG, dan lain sebagainya. Banyak hal lain yang telah kami perbuat dan akan kami ulangi lagi.

Sumber:serambinews.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...