Politisi PAN

H Asrul Abbas Minta Pemerintah Aceh Adil Terkait TPK Guru SMA Sederajat

FOTO | ISTIMEWAH. Asrul Abbas, SE | Politisi Partai Amanah Nasional
A A A

Mereka (guru SMA sederajad) meminta saya untuk menyampaikan pada pemerintah dan dewan. Apalagi, pemberian TPK itu diatur dalam Qanun Aceh. Bagi saya ini aneh, sebab ASN lain dapat TPK, sedangkan guru SMA sederajad yang juga ASN tidak dapat. Maka. Melalui saya, Persatuan guru Indinesia (PGI) khusus Aceh, meminta Pemerintah Aceh adil, jika tidak mereka mengancam akan menuntut

H. Asrul Abbas, SE Politisi PAN

BANDA ACEH - Politisi Partai Amanah Nasional (PAN) mengaku prihatin terkait nasib guru Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajad di Aceh. Sebab, semenjak para guru tersebut di bawah nanungan Provinsi Aceh 2017 lalu. Pahlawan tanpa jasa ini belum pernah menerima Tunjangan Prestrasi Kerja (TPK).

“Mengangkut akan dimulainya pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2019. Kita dengar akhir bulan November 2018 akan selesai (disahkan). Artinya, dalam anggaran itu ada tidak dianggarkan dana untuk TPK guru SMA sederajad, yang dengan aturan nasional, mereka tunduk pada Provinsi Aceh. Jika tidak, Pemerintah Aceh tidak adil dalam memberikan TPK,” ungkap Asrul Abbas pada media ini, Selasa (6/11/18).

Lihat postingan ini di Instagram

H. Hasrul Abbas, SE

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Menurutnya, saat guru SMA sederajad masih dibawah naungan Kabupeten dan Kota, mereka semua mendapat TPK dengan jumlah yang berbeda- beda sesaui dengan kemampuan daerah masing-masing. Anehnya, saat diminta untuk tunduk pada Provinsi Aceh, mereka belum pernah menerima seperpun TPK tersebut.

“Yang sangat disayangkan. Merurut pengakuan beberapa guru SMA kepada saya, mereka mengaku belum pernah menerima TPK dari Provinsi Aceh. Mereka telah bersabar pada 2017, dianggab belum dianggarkan. Ternyata, pada 2018 juga belum dianggarkan. Nah, jika pada 2019 ini juga tidak dianggarkan, maka kita minta Pemerintah Aceh menghentikan semua pemeberian TPK pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Pemerintahan Aceh,” harap Caleg PAN Dapil 3, Bireuen Nomor Urut 2 ini.

Lihat postingan ini di Instagram

H. Hasrul Abbas, SE

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

Sepengetahuannya, para ASN lain yang berkerja dibawah Pemerintahan Aceh mendapatkan TPK. Anehnya, para guru SMA sederajad yang juga dibawah naungan Pemerintah Aceh belum pernah diberikan TPK. Asrul meminta, jika guru SMA sederajad tidak diberikan TPK, maka Pemerintah Aceh hendakanya juga tidak memberikan TPK kepada ASN lain.

“Mereka (guru SMA sederajad) meminta saya untuk menyampaikan pada pemerintah dan dewan. Apalagi, pemberian TPK itu diatur dalam Qanun Aceh. Bagi saya ini aneh, sebab ASN lain dapat TPK, sedangkan guru SMA sederajad yang juga ASN tidak dapat. Maka. Melalui saya, Persatuan guru Indinesia (PGI) khusus Aceh, meminta Pemerintah Aceh adil, jika tidak mereka mengancam akan menuntut,” tegasnya.

Asrul Abbas melanjutkan, beberapa forum guru di Aceh telah menyampaikan secara resmi pada Anggota DPR Aceh melalui Komisi IV dan Sekda Aceh, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) namun, hingga kini belum ada jabawan resmi terkait permintaan tersebut.

Lihat postingan ini di Instagram

H. Hasrul Abbas, SE

Sebuah kiriman dibagikan oleh acehimage.com (@acehimagecom) pada

“Ketika masih Pak Laisani (Mantan Kadis Pendidikan Aceh) sudah pernah memperjuangkan, mereka punya dana banyak di Dinas Pendidikan Aceh. APBA ada 20 persen untuk pendidikan, itukan bisa diambil karena ini tunjangan prestasi kerja guru. Namun, setelah Pak Laisani tidak lagi menjabat Kadis Pendidikan Aceh, kita juga tidak mengetahui lagi, bagaimana kelanjutannya,” ungkap Anggota DPR Aceh periode 2004-2009 ini.

Pada media ini, Asrul Abbas meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh untuk mengajukan dana TPK pada DPR Aceh. Sehingga, para guru yang telah berada dibawah naungan Pemerintah Aceh tidak merasa diperlalukan tidak adil, dan pada akhirnya dapat menimbulakn kecembruan sosial dikalangan ASN, terutama guru SMA sederajad dengan guru SMP sederajad, SD sederajad dan TK serta PAUD.

“Kita harus ingat, peran guru sangat vital dalam mencerdaskan anak bangsa. Sudah sewajarnya, kita memberikan apresiasi berupa tunjangan. Karena gurulah, anak-naka kita menjadi anak cerdas yang akan menggantikan kita kelak memajukan Aceh pada masa mendatang,” harap pria asal Kabupaten Bireuen ini.

Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...