Satreskrim Polres Bener Meriah telah menetapkan dan menahan tiga tersangka dugaan peredaran ijazah palsu yang bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah. “Sebelumnya kita telah menetapkan dan menahan AS (staf dinas pendidikan) Bener Meriah sebagai tersangka pembuat ijazah palsu, kemudian berselang dua harinya, kita kembali menangkap dan menahan tersangka SM (PNS di jajaran dinas Kesehatan Bener Meriah) yang diduga berperan sebagai perantara," kata Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK saat dikonfirmasi awak media, Rabu (27/1/2021).

Gunakan Dana Covid-19 untuk Beli Mobil Lamborghini

REUTERNmobil sport Lamborghini
A A A

AMERIKA SERIKAT -Setelah menerima hampir USD 4 juta dalam bentuk pinjaman untuk menyelamatkan bisnis yang terdampak Covid-19, seorang pria Miami, Florida, Amerika Serikat menghabiskan uang bantuan tersebut untuk membeli mobil sport Lamborghini Huracan.

Pria yang bernama David Hines menerima hampir USD 4 juta atau sekitar Rp56 miliar dalam bentuk pinjaman untuk menyelamatkan bisnis yang terdampak Covid-19.

Mobil yang dia beli memiliki harga USD 318 ribu atau sekitar Rp4,5 miliar.

Seperti dilansir reuters Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, pria yang diketahui bernama David Hines ditangkap dan didakwa melakukan penipuan bank, dan membuat pernyataan palsu kepada lembaga keuangan serta terlibat dalam transaksi dalam hasil yang melanggar hukum.

David Hines mengajukan sekitar USD 13,5 juta dalam pinjaman Program Perlindungan Pribadi, tetapi menerima USD 3,9 juta.

Alasan dia mengajukan program ini dirancang untuk membantu usaha kecil membuat para pekerja tetap dalam daftar gaji.

Namun jangankan menggunakan dana untuk karyawan, David Hines justeru menghabiskan bantuan untuk mobil, situs kencan, perhiasan mewah, pakaian dan juga liburan mewah.

Para karyawan kata Bryan Masmela, seorang inspektur Pos AS, justeru tidak ada atau hanya mendapatkan sebagian kecil dari apa yang diklaim David Hines pada aplikasi PPP-nya," ungkap Bryan Masmela, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (29/7/2020).

"Secara kolektif, David Hines secara keliru mengklaim perusahaannya membayar jutaan dolar dalam penggajian pada kuartal pertama 2020.

Tetapi ujarnya, catatan negara dan bank menunjukkan hanya sedikit atau tidak ada biaya penggajian selama periode ini.

Terakhir pihak berwenang menyita mobil dan uang dari berbagai rekening bank ketika David Hines ditangkap.

"Jika terbukti bersalah atas semua dakwaan, dia bisa menghadapi hukuman 70 tahun penjara," kata Bryan Masmela.

Rubrik:DUNIA

Komentar

Loading...