Pengumuman hasil seleksi terbuka Pimpinan Jabatan Tinggi Pratama (PJTP) mendapat sorotan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pasalnya, Pansel mengumumkan dua kali hasil yang lolos tiga besar masing-masing untuk enam JPT yang diseleksi yakni pada tanggal 30 Desember 2020 dan pengumuman kedua tanggal 18 Januari 2021. "Bahkan menurut Waladan, Bupati Bener Meriah telah dipermalukan oleh Sekda selaku Ketua Panitia seleksi terbuka PJTP terkait dengan kacaunya proses seleksi PJTP,"jelas Waladan melalui rilisnya yang diterima media ini, Rabu (20/1/2021).

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Terima DIPA Dari Presiden Jokowi

ISTIMEWAPresiden Joko Widodo
A A A

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah, bersama Menteri dan Kepala Daerah seluruh Indonesia menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2021.

Selain DIPA, Presiden RI Jokowi juga menyerahkan TKDD atau Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2021.

Pada saat menyerahkan DIPA dan TKDD, Presiden didampingi oleh Wapres RI Ma’ruf Amin dan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani yang diterima Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara virtual dari Pendopo Gubernur Aceh, Rabu, (25/11/2020).

APBN 2021 yang diserahkan oleh Presiden mencapai Rp 2.750 triliun dan ditetapkan untuk belanja negara.

Dari angka tersebut, Rp 1.032 triliun dialokasikan kepada kementerian dan lembaga. Sedangkan Rp 795,5 triliun lagi dialokasikan untuk TKDD.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta agar penggunaan APBN 2021 difokuskan pada empat hal yaitu;

Pertama, pada sektor kesehatan, terutama untuk memperkuat upaya penanggulangan dampak Covid-19.

Untuk itu, dana yang dialokasikan akan diperuntukkan untuk pengembangan sarana prasarana kesehatan, dan pengadaan vaksinasi, serta penelitian kesehatan.

Kedua, APBN akan difokuskan bagi perlindungan sosial untuk kelompok rentan dan kurang mampu.

ujar Presiden Jokowi.

Kemudian kata Presiden APBN 2021 fokus atau akan dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi.

"Jadi anggaran ini akan kita manfaatkan terutama untuk membangkitkan kembali daya ekonomi UMKM dan dunia usaha," ujar Jokowi.

Sedangkan yang terakhir, pemerintah akan melakukan reformasi struktural baik di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial serta bidang lainnya guna membangun fondasi negara yang kuat.

“Di tahun 2021 kita masih menghadapi ketidakpastian. Kecepatan, ketepatan, akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan kita, baik di bidang kesehatan maupun ekonomi,” ungkap Presiden.

Dikatakan belanja pemerintah menjadi penggerak utama roda perekonomian negara di saat situasi lesu seperti saat ini.

Oleh karena itu, ia meminta kementerian dan pemerintah daerah untuk segera membelanjakan APBN 2021.

“Saya minta kepada Kementerian dan Pemda yang memiliki anggaran besar, lakukan lelang sedini mungkin di bulan Desember ini, agar dapat menggerakkan ekonomi kuartal satu 2021,” ujarnya dengan nada perintah.

Begitu juga halnya dengan bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.
Presiden memerintahkan Kementerian terkait dan Pemda untuk bekerja keras dan segera menyalurkan bantuan di awal Januari mendatang.

“Semua harus bekerja lebih ekstra, karena dalam kondisi krisis semua kita harus lebih semangat dan bekerja lebih dari biasanya sehingga program stimulus ini memberi daya ungkit bagi pemulihan ekonomi,” pungkas Presiden Joko Widodo.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...