Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Gubernur Aceh Irup Hari Amal Bakti Kemenag

ISTIMEWAGubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT
A A A

BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 di halaman kantor setempat, Selasa, 5 Januari 2021.

Bertindak sebagai inspektur upacara Gubernur Aceh Ir  Nova Iriansyah MT. HAB ke-75 mengusung tema "Indonesia Rukun".

Berbeda dengan tahun sebelumnya, upacara peringatan HAB tahun ini dilaksanakan secara terbatas. Hanya ASN yang yang bertugas di kantor wilayah yang mengikuti upacara HAB tahun ini.

Nova Iriansyah saat membacakan amanat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, pengembangan toleransi dan kerukunan antar umat beragama merupakan karya bersama para tokoh agama, para Menteri Agama dan aparaturKementerian Agama dari masa ke masa.

"Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan. Toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama," ujar Nova.

Nova melanjutkan, pengalaman membuktikan toleransi  dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri.

"Dewasa ini, kita mengembangkan  moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita," katanya.

Ia melanjutkan, di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di  mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain.

"Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan
identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral," ujar Iqbal.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh Dr Iqbal SAg MAg mengatakan,  HAB ke-75 harus menjadi momentum bagi Kanwil Kemenag Aceh untuk berbenah.

"Momen untuk moderasi beragama,  peningkatan pendidikan agama dan keagamaan, serta pelaksanaan pelayanan ibadah haji dan umrah," kata Iqbal.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Dr Muhammad Yusuf SH MH, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, para pejabat dalam lingkungan Kanwil Kemenag Aceh, dan para sesepuh yang pernah bertugas di Kanwil Kemenag Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...