Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Google Hapus Tanda SOS di Pulau Laki

Google MapsSOS yang sempat ada di Google Maps.
A A A

JAKARTA - Sebuah tanda 'SOS' dilaporkan ditemukan pada Google Maps di Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Tanda tersebut pun viral dan berkeliaran di lini masa media sosial dan ditanggapi informasi beragam dari netizen.

Karena hebohnya isu tersebut, detikINET pun meminta tanggapan dari Google Indonesia terkait masalah tersebut. Melalui pesan singkat, Google menyampaikan jawabannya. Menurut Google, pihaknya sudah melakukan penghapusan ikon 'SOS' itu dari Pulau Laki.

"Terima kasih telah menyampaikan ini kepada kami, masalah ini sekarang telah diperbaiki. Kami telah menghapus ikon di lokasi tersebut dari Google Maps," kata Google dalam pernyataan resminya kepada detikINET, Rabu (20/1/2021).

Lebih lanjut, Google menyampaikan bahwa jika masyarakat melihat ada sesuatu di yang kurang tepat, mereka dapat dengan mudah melaporkannya kepada tim Google di desktop atau perangkat seluler. Selengkapnya untuk melaporkan error data atau konten di Google Maps, pengguna bisa mengklik link di bawah ini:

https://support.google.com/maps/answer/3094088?co=GENIE.Platform%3DDesktop&hl=id

Ketika dicek detikINET, tanda SOS ini sudah hilang dari Google Maps. Sebelumnya, Camat Kepulauan Seribu Selatan, Angga Saputra, mengatakan pihaknya sedang menelusuri keberadaan kabar tersebut.

"Hari ini lagi ditelusuri ke sana. Kita telusuri dulu, saya (dapat) capture-an doang kan," ujar Angga saat dihubungi detikcom, Rabu (20/1/2021).

Pulau berluas 5 hektare itu diketahui merupakan sebuah pulau tak berpenghuni. Karenanya, Angga menduga sinyal tersebut bisa saja berasal dari nelayan yang bersandar di Pulau Laki. Menurutnya, apabila musim angin barat seperti sekarang, biasanya ada nelayan yang bersandar di Pulau Laki.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga tengah melakukan penelusuran mengenai kabar tersebut. Informasi masih terus berkembang untuk saat ini.

Sumber:Detik.com
Rubrik:TEKNO

Komentar

Loading...